Bareskrim Polri Sita 21 Kendaraan Mewah dari Kediaman Bos EDC Cash

0
151
Foto : Rumah Bos EDC Cash

Jakarta, NAWACITAPOST – Bareskrim Polri menyita 21 kendaraan mewah dari kediaman 4 bos E – Dinar Coin Cash (EDC Cash). Selain itu, turut diamankan 3 senpi (senjata api) beserta sejumlah mata uang. Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika mengatakan. Ditemukan 3 senjata api hingga pistol Air Gun dan Air Soft Gun. Bahkan, polisi juga menyita senjata api dari 2 pengawal bos EDC Cash.

BACA JUGA: Congrats, BTS! Pakai Lip Balm Harga 80 Ribuan, Seabrek Prestasi Gemilang Ditorehkan

“Kami menemukan ada senjata api kaliber 9 mm, ini kita sedang lakukan pendalaman. Kemudian dari situ juga ada penggeledahan, kita juga menemukan dari beberapa orang yang merupakan pengawal dari tersangka AY. Kita geledah di kendaraan kita temukan ada senjata tajam, senapan angin, dan air gun,” kata Helmy di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada (22/04/2021).

BACA JUGA: Salah Seorang Warga Riau Asal Nias Dikeroyok Hingga Tewas, Pelaku Belum Semua Ditangkap

Dari data yang dirilis Bareskrim, berikut senjata api hingga pistol yang disita yakni, 3 senjata api merek Carl Walther Waffenfabrik, 1 senapan angin, 1 Air Gun, dan 1 Air Soft Gun. Helmy menuturkan. Pihaknya masih mendalami sumber senjata api dan pistol yang diamankan dari bos EDC Cash. Dari hasil pemeriksaan, barang bukti itu tak memiliki izin.

BACA JUGA: Habis Main Ranjang dengan Gisel, Jedar Berikutnya Pasca Putus dari Richard Kyle

Selain itu, kata Helmy, pihaknya juga mengamankan uang Rp 3,3 miliar, 6,2 juta euro, 1 triliun mata uang Hong Kong, 1 triliun mata uang Zimbabwe, dan 19.600 mata uang Iran. “Rp 3,3 miliar, kemudian pecahan euro ini total 6,20 juta euro. Hongkong ini 1 miliar. mata uang Zimbabwe 1 Triliun. Diduga pecahan Iran ada 19.600. Mesir 100. Ada juga logam mulia berupa emas, tapi akan kita konfirmasi emas atau bukan. Tadi itu masih akan kita verifikasi ke kedutaan apakah real atau tidak,” katanya.

BACA JUGA: Pria Tertampan Sedunia Tahun ke Tahun, Ini!

Sebelumnya, 6 tersangka dijerat Pasal 105 dan atau Pasal 106 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan, Pasal 28 Ayat 1 Junto Pasal 45A Ayat 1 dan Pasal 36 Junto Pasal 50 Ayat 2 Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 378 KUHP Junto Pasal 372 KUHP tentang TPPU. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)