Polri Komitmen Tegakkan SE Satgas Covid 19, Ini Cara Polri !

0
114
Foto : Pos pengawasan mudik

Jakarta, NAWACITAPOST – Polri berkomitmen menegakkan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19. Yaitu Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. SE itu mulai berlaku pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang. Dengan adanya SE, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono mengatakan. Pihaknya akan menegakkan SE tersebut. Ini Cara Polri!

BACA JUGA: Judi Togel Merajalela di Kepulauan Nias, Aparat Penegak Hukum, Tokoh Agama dan Adat Harus Bertanggung Jawab

“Yang jelas kita akan tegakkan adanya surat edaran tersebut. Bagaimana surat edaran tersebut dengan instansi terkait. Polri akan menegakkan itu semua,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada (21/04/2021). Lalu, terkait untuk sanksi yang akan diberikan kepada para pelanggar nanti akan dilihat di lapangan. Cukup hanya diputarbalik saja atau tidaknya. “Tentunya akan dinilai nanti oleh Polri sendiri. Polri akan menilai apa sanksi yang akan diberikan terhadap para pelanggar tersebut. Nanti Polri yang menilai di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA: SBY Diduga Terlibat Mega Skandal Century, KPK Dituntut Keadilan

“Apakah cukup diputarbalikkan atau ditambah sanksi – sanksi yang lain ketika didapati pihak – pihak tertentu yang memang sengaja untuk melanggar pada SE tersebut,” sambung Rusdi. Dia menjelaskan. Cara penilaiannya nanti akan tahu dan dilihat di lapangan saat petugas sedang melaksanakan tugasnya menjaga sejumlah titik perbatasan. “Contohnya dilihat ada angkutan umum, travel gelap itu tidak boleh mengangkut pemudik. Dari awal dikasih tahu tidak boleh, tidak boleh, tidak boleh. Tetapi ketika nanti di lapangan ditemukan seperti itu. Tentunya Polri punya penilaian sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA: Kepolisian Harus Segera Bekerja untuk Cegah Simpang Siur Informasi

Saat ditanyakan, ada atau tidaknya penindakan dalam SE yang mana berlaku sebelum pemberlakuan larangan mudik pada 6 Mei 2021, begini jawaban Polri. “Dari awal sudah diharapkan kesadaran penuh dari masyarakat untuk dapat melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut, karena ini untuk kepentingan bersama. Dilihat sekarang Pandemi masih ada dan belajar dari kasus 2020,” ungkap Karo Penmas.

Foto : Karo Penmas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono

“Ternyata pasca liburan Idul Fitri kenaikan positif daripada Covid 19 itu mencapai 93 persen. Tingkat kematian pada per minggu itu meningkat 63 persen. Ini kita belajar dari sana. Oleh karena itu, sekali lagi keselamatan warga negara menjadi hukum tertinggi yang ini perlu kita jaga bersama-sama,” pungkas Rusdi. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)