Kapolri Listyo Sigit Minta ke Propam Polri untuk Tindak Tegas Personel Terjerat Narkoba

0
59
Foto : Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Jakarta, NAWACITAPOST – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo meminta ke Propam Polri untuk menindak tegas personel terjerat narkoba. Hal itu ditekankan olehnya saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Divisi Propam Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada (13/04/2021). “Terhadap yang melakukan pidana, utamanya narkoba kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, kalau sudah tidak bisa dibina, yang begitu – begitu segera selesaikan,” katanya dalam sambutannya.

BACA JUGA: Kalapas Cipinang Tonny Nainggolan Berinovasi Pelayanan Khusus Covid 19

Menurut Sigit, sebagai personel kepolisian, tugas pokoknya sudah jelas. Memberantas, memberangus dan menangkap bandar narkoba di Indonesia. Bukan malah sebaliknya, polisi malah terjerumus masalah itu. “Karena saya pikir kami sebagai penegak hukum yang bertugas melakukan penangkapan, pemberantasan terhadap hal seperti itu. Tapi disitu rekan – rekan juga didalamnya yang beginian selesaikan dengan cepat,” ucapnya.

BACA JUGA: Kalapas Cipinang Tonny Nainggolan Dukung Asimilasi dan Rehabilitasi, Instruksi Menkumham Yasonna

Saat ini, Sigit menyebut, sudah banyak perubahan sikap maupun perilaku dari aparat kepolisian di lapangan. Terutama personel yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Saya melihat di lapangan banyak sekali perubahan yang sudah dilakukan oleh anggota. Saya melihat bagaimana rekan – rekan bekerja. Hadir pada saat masyarakat membutuhkan kehadiran dari kepolisian pada saat siang, pada saat banjir, pada saat hujan,” ujarnya.

BACA JUGA: Kalapas Palopo Indra Sofyan Berusaha Terus Benahi Tupoksi dan Kedisiplinan Jajaran

Oleh sebab itu, Sigit menekankan. Oknum – oknum kepolisian yang terlibat narkoba ataupun terjerat pidana lainnya. Justru akan merusak citra Polri yang saat ini terus membangun kepercayaan publik lebih tinggi lagi. “Oleh karena itu jangan hanya gara – gara satu dua orang oknum yang melakukan pelanggaran maka 100 anggota yang sudah bersusah payah itu kemudian hilang. Ibarat hanya gara – gara nila setitik maka rusak susu sebelanga. Hal seperti itu ke depan harus diperbaiki,” akhirinya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)