Mantapkan Sinergitas, Taruna Latsitardanus 41 dan Masyarakat Renovasi Gereja, Masjid dan Rumah

0
154
Foto : TNI - Polri

Jakarta, NAWACITAPOST – Memantapkan sinergitas, Taruna Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) 41 dan masyarakat merenovasi gereja, masjid dan rumah. Yang mana kondisinya sudah tak layak. Tepatnya berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan. Kegiatan renovasi dilaksanakan mulai 8 hingga 21 April 2021. Diantaranya renovasi rumah tidak layak huni di 3 titik, renovasi masjid At Taufik, renovasi gereja Pouk Budi Luhur dan renovasi Taman Makan Pahlawan (TMP) Medan.

BACA JUGA: Tersangka Tertangkap dan Keluarga Korban Tuntut Pelaku Lain Pembunuhan Adieli Zebua Ditangkap

“Selain kegiatan fisik, ada juga kegiatan non fisik. Misalnya penyuluhan protokol kesehatan, penyuluhan sadar hukum, penyuluhan bela negara serya penyuluhan promosi Akpol TNI,” ungkap Argo dalam keterangannya, pada (09/04/2021). Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah momentum untuk membangun sinergi antara TNI, Polri dan masyarakat. “Sehingga makna atau tujuan dari kegiatan renovasi bangunan ini dapat menumbuhkan jiwa kejuangan, cinta tanah air serta semangat integrasi para Taruna dan mahasiswa untuk membangun sinergi dan soliditas TNI, Polri dan masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Judi Togel Marak di Kepni, Polres Nias dan Nias Selatan Tidak Berfungsi?

Sebelumnya Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-41 di Medan dibuka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, pada (07/04/2021). Jumlah peserta yang mengikuti Latsitrada sebanyak 802 taruna dari berbagai matra. Diantaranya 227 taruna Akademi Militer (Akmil), 101 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), 91 taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) dan 282 taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Sementara dari unsur mahasiswa sebanyak 100 orang yang berasal dari sejumlah Universitas di Provinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA: Polri Pastikan Air Gun, Senjata Terduga Teroris Afiliasi ISIS Pergunakan Baku Tembak

“Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) akan memupuk dan memantapkan kemanunggalan TNI – Polri dengan rakyat serta menanamkan dan menumbuhkembangkan jiwa kejuangan, cinta tanah air serta semangat integrasi para Taruna/Taruni, Praja dan Mahasiswa, sebagai upaya membangun soliditas TNI – Polri dan rakyat,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya. Dia pun menjelaskan. Latihan digelar di beberapa lokasi. Yakni di Satlat-1/Macan di Kabupaten Simalungun, Satlat-2/Hiu di Kota Binjai Kabupaten Langkat, Satlat-3/Elang di Kota Tebing Tinggi Deli Serdang dan Satlat-4/Kijang di Kota Medan.

BACA JUGA: Pasca Terduga Teroris Afiliasi ISIS Baku Tembak di Mabes Polri, Rumah Ketum PA 212 Dilempari Batu

Sasaran fisik pelatihan adalah para taruna. Tak lain untuk melakukan perbaikan rumah ibadah, perbaikan fasilitas umum atau fasum. Seperti pos kamling, MCK umum, perbaikan drainase, perbaikan rumah layak huni dan perbaikan dengan melakukan pengaspalan jalan dan pavingisasi. Sementara pelatihan dengan sasaran non fisik adalah para taruna melakukan berbagai kegiatan sosial. Berupa penyuluhan Covid 19, Narkoba, Kesehatan, penguatan Desa atau Kampung Tangguh, penanaman nilai juang terhadap masyarakat, pengenalan Akademi TNI dan Akpol juga pelatikan Drum Band. “Para taruna juga melakukan anjangsana ke tokoh agama dan masyarakat setempat,” tutup Argo. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)