Tinjau NTT, Panglima TNI dan Kapolri Fokuskan Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan

0
78
Foto : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Jakarta, NAWACITAPOST – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama rombongan, keduanya meninjau Desa Amakaka. Yang mana berlokasi sekitar 10 kilometer (km) dibawah kaki Gunung Ile Lewotolok. Mereka melihat langusng kondisi rumah masyarakat yang hancur akibat bencana alam. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan. TNI – Polri masih fokus melaksanakan proses evakuasi korban dan menyalurkan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

BACA JUGA: Polri Pastikan Air Gun, Senjata Terduga Teroris Afiliasi ISIS Pergunakan Baku Tembak

“Hari ini berhasil ditemukan enam jenazah. Personel TNI-Polri bersama instansi lainnya masih terus mengevakuasi dan mencari korban,” kata Argo yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut, pada (08/04/2021). Dia mengungkapkan, Korps Bhayangkara sudah mengirimkan sebanyak 9,5 ton bantuan sosial (bansos) ke NTT. Adapun isi karton diantaranya sabun mandi cair, pembersih lantai, handsanitizer, sabun cuci tangan, susu bayi dan UHT, vitamin dan sejumlah obat – obatan yang dibutuhkan. Selain itu, Polri juga memberikan bahan pokok berupa beras tujuh ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung dan makanan lainnya yang diperlukan.

BACA JUGA: Pasca Terduga Teroris Afiliasi ISIS Baku Tembak di Mabes Polri, Rumah Ketum PA 212 Dilempari Batu

“Selain proses evakuasi, kami juga menyalurkan bantuan untuk meringankan bebas masyarakat,” ungkap Argo. Berdasarkan data per (07/04/2021), total korban jiwa bencana alam NTT yang tepatnya di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1. Sedangkan korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rinciannya yakni Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6. Sementara, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit. Tak lain dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)