Pemerintah Bakal Buka 1,3 Juta Formasi CASN 2021

0
220
Foto : Menteri PANRB Tjahjo Kumolo

Jakarta, NAWACITAPOST – Pemerintah berencana bakal membuka penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Mengenai jadwal rinci penerimaan pun tengah disusun oleh Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Tahun ini, pemerintah membuka sekitar 1,3 juta formasi untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Jumlah yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo pada (19/03/2021).

BACA JUGA: Menkumham Yasonna Laoly Ucapkan Selamat ke Bupati Hilarius Duha, Harap Segera Tancap Gas

Lanjut Tjahjo mengatakan bahwa Pemerintah mencoba merumuskan prosedur, memperkuat dukungan kebijakan, mengidentifikasi berbagai risiko dan berbagai persiapan lain yang  diperlukan. Termasuk mencoba keteraturan sistem seleksi secara online bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Pengadaan ASN ini adalah sebuah upaya yang terkait dengan prioritas pembangunan SDM, terutama SDM ASN yaitu dengan melakukan rekrutmen pegawai ASN,” katanya.

BACA JUGA: Dibanjiri Ucapan Selamat, Terdapat Harapan Para Tokoh ke Hilarius Duha sebagai Bupati Nias Selatan

Menteri Tjahjo menambahkan. Setiap tahun Pemerintah memang melakukan rekrutmen. Tetapi pada tahun 2020, pemerintah tidak mengadakan seleksi CASN. Karena kondisi Pandemi Covid 19. Namun demikian, pembatalan tersebut memberikan kesempatan bagi Pemerintah untuk merencanakan dengan baik. Tak lain untuk seleksi yang akan diselenggarakan pada tahun 2021. “Maka terkait dengan seleksi tahun 2021, pertama perlu saya tegaskan. Terkait dengan pengadaan 1 juta guru PPPK, Kementerian PANRB mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merekrut melalui skema PPPK yang dilakukan untuk menyelesaikan kekurangan guru di seluruh daerah. Yang selama ini diisi oleh tenaga honorer,” ungkapnya.

BACA JUGA: Istri Keduanya Dukung Kerja Keras Suami, Sederhana Meski Keluarga Orang Nomor 1 Indonesia

Kemudian, lanjut Tjahjo, diputuskan untuk membuka sejumlah kurang lebih 1 juta lowongan guru dengan skema PPPK. Para pelamar yang bisa mengisi lowongan ini adalah tenaga – tenaga honorer yang sudah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud. Para guru eks Tenaga Honorer Kategori-2, dan lulusan PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang tidak mengajar pun bisa mengisi lowongan guru PPPK ini. “Bahkan Kemendikbud menyediakan fasilitas bagi tenaga – tenaga honorer ini meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tes seleksi dan memberikan kesempatan tes sebanyak tiga kali,” katanya.

BACA JUGA: Belum Usai Narkoba dan Judi Togel, Kini Pemerintah Pusat Soroti Kepulauan Nias Tinggi Stunting

Kementerian PANRB bersama dengan Kemendikbud dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyusun rencana ini sejak Februari 2020. “Terkait dengan pengadaan ASN di Pemerintah Daerah, perlu saya jelaskan. Untuk mengisi kebutuhan jabatan lainnya di Pemerintah Daerah selain jabatan guru, Pemerintah juga telah menentukan kebutuhan sekitar 189.000 formasi untuk CPNS dan PPPK,” paparnya.

Foto : Menteri PANRB Tjahjo Kumolo

“Sedangkan terkait dengan pengadaan ASN di pemerintah pusat, untuk mengisi kebutuhan di instansi pemerintah pusat, pemerintah telah menentukan kebutuhan. Yakni sebesar sekitar 83.000 formasi, baik untuk CPNS maupun PPPK, sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi untuk berbagai jabatan yang dibutuhkan,” tandas Tjahjo. Jumlah kebutuhan pegawai di instansi pusat maupun daerah tersebut merupakan kebutuhan untuk dua tahun, yakni tahun 2020 dan 2021. Mengingat pada tahun kemarin pemerintah tidak melaksanakan rekrutmen. (Ayu Yulia Yang)