Kapolri Listyo Sigit Sebut Presisi Dimulai dari Fungsi Intelijen

0
214
Foto : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Jakarta, NAWACITAPOST – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri, pada (17/3/2021). Kegiatan dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan. Rakernis Banitelkam tahun ini mengusung tema ‘Intelijen Keamanan Polri Siap Mewujudkan Transformasi Polri yang Presisi Guna Mendukung Peningkatan Kerja Pemeliharaan Kamtibmas Dalam Rangka Menjaga Keamanan Dalam Negeri’.

BACA JUGA: Menkumham Yasonna Laoly Sudah Terima Berkas, Moeldoko Ketum Sah Demokrat?

Dalam arahannya, Sigit menekankan pentingnya peran jajaran Baintelkam Polri dalam mengimplementasikan gagasan Polri Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan. “Dalam Presisi dimulai dari Prediktif. Terutama di fungsi intelijen di kemampuan yang memprediksi kegiatan yang akan datang. Menganalisa dan difungsikan ke fungsi lain,” katanya di hadapan peserta Rakernis Baintelkam Polri.

BACA JUGA: Bungkam Tertatih, Intrik Tersembunyi

Dengan memiliki kemampuan Prediktif di setiap kegiatan, maka hal itu akan sangat membantu untuk unit lainnya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Terkait prediksi dan kemampuan membaca situasi, Sigit pun mengutip pemikiran dari Filsuf sekaligus ahli seni perang Sun Tzu. “Mengambil teori Sun Tzu di The Art of War, harus mampu mengenali kemampuan organisasi serta lingkungan strategik menjawab tantangan ke depan,” ujarnya.

Foto : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan. Bahwa intelijen keamanan terkait mampu mengelola keamanan dalam negeri. Namun tentunya harus tahu perkembangan lingkungan strategi global, regional dan nasional yang berimplikasi terhadap keamanan dalam negeri. Dia mencontohkan, ketika pelaksanaan Pilkada Amerika Serikat yang berimplikasi di Timur Tengah dah berdampak ke Indonesia. “Perang dagang Amerika dengan China mempengaruhi perekonomian dan politik di dalam negeri,” tuturnya. Selain itu, dia juga meminta agar pelayanan kepolisian harus berorientasi pada kemudahan masyarakat seperti penerbitan SKCK. Hal itu harus dilakukan dengan mudah cepat dan terukur berbasis teknologi. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)