Pelatihan Konten Kreatif, Wujud Humas Polri Jalankan 100 Hari Program Prioritas Kapolri Listyo Sigit

0
92
Foto : Momen pelaksanaan pelatihan konten kreatif

Jakarta, NAWACITAPOST – Pelatihan konten kreatif, wujud Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjalankan 100 hari program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pelatihan konten kteatif disasarkan bagi personel Humas di seluruh Indonesia.  Pelatihan menggandeng LKBN Antara. Yang mana diharapkan agar seluruh personel Humas Polri mampu menyiapkan, mengolah dan menyajikan konten informasi yang kreatif.

BACA JUGA: Pahit Hidup Buat Petarung MMA Wanita Asal Ono Niha Mantili Gea Makin Gigih

“Sehingga Kamtibmas dapat dibangun melalui edukasi dan sosialisasi seputar hukum yang dikemas secara menarik dalam setiap koten media sosial resmi milik Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, pada (15/03/2021). Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dituntut untuk selalu beradaptasi di era media sosial seperti sekarang. Menurutnya, Polri terus berupaya untuk menghindari segala bentuk persoalan sosial. Diantaranya postingan yang memicu kontradiksi di tengah masyarakat seperti fitnah, ujaran kebencian dan hoax.

BACA JUGA: Dukungan Penuh Para Tokoh ke Mantili Gea, Petarung Bebas Wanita Ono Niha Kini Siap Berlaga

Banyaknya media sosial untuk para pengguna konten kreatif seperti Tiktok, Instagram, TV streaming dan Youtube menjadi satu tugas Polri. Yakni untuk memastikan seluruh konten informasi yang beredar tidak negatif.  “Konten yang beredar di platform tersebut lebih mudah viral dan dipercaya penggunanya. Jika konten yang viral adalah informasi yang baik maka akan berkontribusi bagi Kamtibmas. Jika sebaliknya tentu akan menambah beban kerja Polri di lapangan,” tutur Argo.

BACA JUGA: Menang Laga One Pride MMA, Mantili Gea Bawa Medali Emas untuk Ono Niha

Untuk itu, kata Argo, kesiapan personel yang dapat menyiapkan, mengolah dan menyajikan konten informasi yang kreatif dipandang sangat perlu. Terlebih guna mempenetrasi dengan informasi – informasi positif melalui media sosial maupun media konvensional. “Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman mendalam seputar jati diri Polri dan kemampuan teknologi informasi,” pungkasnya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)