Hati – Hati, Kelompok Terorisme Gunakan Amaliah 5 Persen untuk Operasional Terorisme

0
78
Foto : Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono didampingi Kabag Penum Kombes Pol. Ahmad Ramadhan

Jakarta, NAWACITAPOST – Hati – hati, kelompok terorisme menggunakan amaliah sebesar 5 persen untuk operasional terorisme. Seperti halnya yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang diamankan oleh Densus (Detasemen Khusus) 88 Anti Teror (AT) Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Diketahui, bahwa ternyata kelompok JI terafiliasi dengan Upik Lawanga dan kelompok lainnya yang masih didalami oleh Densus. Rupanya aksi terorisme sudah dirancang sedemikian rupa oleh kelompok tersebut.

BACA JUGA: Terlalu! Mayoritas Kada Terpilih 2020 di Kepni Tak Punya Visi Misi Perihal Narkoba

Lalu Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono didampingi Kabag Penum Kombes Pol. Ahmad Ramadhan menjelaskan pada (01/03/2021) di Mabes Polri dalam konferensi pers. Bahwa kelompok ini jelas ada keterkaitan dengan kelompok lainnya. “Jelas semua ada keterkaitannya. Kalau kita dalami lagi kelompok ini pun ada keterkaitan dengan Upik Lawanga. Semua Jamaah Islamiyah tentunya mereka saling terkoneksi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Nanti akan didalami lagi oleh Densus,” ungkapnya.

BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

Lebih lanjut, Rusdi menjelaskan jika diperoleh keterangan sementara, kelompok ini memang telah merencanakan kegiatan amaliah. Sehingga ini pun masih didalami oleh Densus 88 untuk bentuk amaliah dan sasarannya. “Karena memang dari keterangan sementara yang digali dari kelompok ini mereka telah merencanakan amaliah itu. Laki – laki semua. Bentuknya apa dan sasaran mana ini masih pendalaman Densus, nanti akan kita sampaikan,” lanjutnya.

BACA JUGA: Pihak Kemenhub, KSOP Gunungsitoli Merdi Loi Akui Keterbatasan Anggaran dan Peralatan

“Betul tadi setelah saya sebutkan bahwa kelompok ini telah mempersiapkan diri dengan kegiatan – kegiatan fisik, kegiatan – kegiatan beladiri. Mereka telah merancang bunker ya yang akan digunakan sebagai tempat untuk merakit senjata, merakit bom. Mereka telah mempersiapkan juga tempat penyimpanan senjata. Dan telah mempersiapkan tempat – tempat pelarian setelah aksi amaliah. Ini hal – hal yang telah mereka rencanakan untuk kegiatan kelompok fahim ini. Ini masih didalami. Yang jelas semua itu telah terdeteksi oleh Densus. Kemudian untuk didalami,” imbuh Rusdi.

BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI

Karo Penmas Polri juga menambahkan bahwa adapun peluang yang dimanfaatkan oleh kelompok ini. “Ya yang jelas mereka melihat peluang ketika peluang untuk mendapatkan senjata pabrikan itu sulit. Mereka senantiasa mengembangkan kemampuan yang ada dalam kelompok itu. Kemampuan membuat senjata, kemampuan merakit bom. Kemampuan – kemampuan inilah yang ditelurkan dari satu kelompok kepada kelompok yang lain. Sehingga banyak daripada aktivitas mereka itu semua menggunakan daripada senjata rakitan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dr. Sorni Paskah Daeli, MSi : Kepala Daerah, Muspida dan Legislatif se Kepni Terlebih Dahulu Dites Urine

“Kemudian untuk masalah peluru, ini masih didalami sumber daripada amunisi tersebut oleh Densus. Ya tentunya sekali lagi untuk Jamaah Islamiyah dalam aktivitas mereka didukung karena adanya iuran dari masing – masing anggota. Setiap gaji yang diterima oleh mereka itu disumbangkan kepada organisasi sebesar 5 persen dari pendapatan mereka. Ini salah satu dana yang digunakan oleh jaringan Jamaah Islamiyah untuk tetap menjaga eksistensi daripada organisasi,” imbuh Karo Penmas Polri.

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Rusdi juga mengungkapkan jika adapun upaya lain yang berkaitan dengan amaliah ini. “Tentunya juga dengan upaya – upaya lain, dana itu. Kemarin kasus kotak amal bermasalah. Ini menjadi bagian daripada Jamaah Islamiyah untuk mendapatkan dana untuk tetap menjalankan roda organisasi. Itu masih didalami, nanti lebih tepatnya dimana akan melaksanakan kegiatan itu akan kita sampaikan. Yang jelas kelompok – kelompok ini banyak bermain di sekitar Jawa Timur,” tandasnya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)