Densus 88 Anti Teror Polri Lumpuhkan Aksi Terorisme di Jawa Timur

0
96
Foto : Karo Penmas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono didampingi Kabag Penum Kombes Pol. Ahmad Ramadhan

Jakarta, NAWACITAPOST – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melumpuhkan aksi terorisme di Jawa Timur (Jatim). Densus 88 menangkap dan mengamankan 12 tersangka yang mana ditangkap di beberapa daerah yang berbeda. Diantaranya Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto dan Malang. Adapun tersangka bernama inisial UBS alias F, PS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS dan MI. Barang bukti pun diamankan berupa 50 butir peluru 9 mm, 1 pistol rakitan jenis FN, bendera hitam Daulah, bendera putih Daulah dan beberapa senjata tajam lainnya. Yakni pisau, samurai, golok dan senjata tajam berbentuk busur.

BACA JUGA: Dr. Sorni Paskah Daeli, MSi : Kepala Daerah, Muspida dan Legislatif se Kepni Terlebih Dahulu Dites Urine

Brigjen Pol. Rusdi Hartono selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) didampingi Kabag Penum Kombes Pol. Ahmad Ramadhan memaparkan pada (01/03/2021) di Mabes Polri dalam konferensi pers. Bahwa Densus 88 Polri telah berupaya penegakan hukum dalam rangka mencegah terjadinya aksi terorisme di tanah air. “Kami menginformasikan tentang kegiatan Densus 88 Anti Teror Polri. Kita ketahui bersama pada tanggal 26 Februari 2021, Densus 88 Polri telah melakukan upaya – upaya penegakan hukum dalam rangka mencegah terjadinya aksi terorisme di tanah air,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional

“Pada tanggal tersebut, melakukan penegakan hukum di wilayah Jawa Timur. Dan mengamankan 12 tersangka tindak pidana terorisme. 8 diamankan atau ditangkap di Sidoarjo, 2 di Surabaya, 1 di Mojokerto dan 1 di Malang. Jadi seluruhnya 12 orang ini diamankan di Jawa Timur, atas nama tersangka UBS alias F. Lalu kedua atas nama PS. Ketiga atas nama AS. Keempat atas nama AIH alias AP. Kemudian kelima atas nama BR. Keenam atas nama RBM. Ketujuh atas nama Y. Kedelapan atas nama F. Sembilan atas nama ME. Sepuluh atas nama AYR. Sebelas atas nama RAS. Dan dua belas atas nama MI,” imbuh Rusdi.

BACA JUGA: Pihak Kemenhub, KSOP Gunungsitoli Merdi Loi Akui Keterbatasan Anggaran dan Peralatan

Karo Penmas Polri juga menyebutkan bahwa adapun cukup banyak barang bukti yang didapatkan saat penangkapan dan pengamanan tersangka. “Dari kegiatan – kegiatan tersebut, telah diamankan barang bukti antara lain 50 butir peluru 9 mm. Kemudian 1 pistol rakitan, ini jenis FN. Kemudian juga bendera Daulah baik berwarna hitam maupun berwarna putih, ini sebanyak 4 bendera. Kemudian pisau itu sebanyak 8, samurai sebanyak 2, golok sebanyak 3 dan senjata tajam lainnya berbentuk busur lebih kurang 23 yang dijadikan barang bukti,” sebutnya.

BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI

“Aktivitas – aktivitas daripada kelompok ini adalah kelompok Jamaah Islamiyah. Tentunya berafiliasi kepada Al Qaeda. Dan kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim. Sering disebut bahwa kelompok ini lebih dikenal dengan kelompok Fahim. Tentunya mereka telah melakukan aktivitas – aktivitas berupa latihan beladiri. Dan mereka juga sudah merancang bunker yang akan digunakan untuk kegiatan – kegiatan pembuatan senjata maupun bom rakitan. Kemudian juga telah mempersiapkan tempat penyimpanan senjata. Dan juga telah mempersiapkan tempat pelarian setelah melakukan aktivitas terorisme,” lanjut Karo Penmas Polri.

BACA JUGA: Terlalu! Mayoritas Kada Terpilih 2020 di Kepni Tak Punya Visi Misi Perihal Narkoba

Rusdi menambahkan jika kelompok yang akan melakukan aksi terorisme ini berencana untuk melakukan amaliah sebelum melakukan aksinya. “Dan yang perlu dicatat oleh kita semua, mereka juga telah merencana melakukan amaliah. Yang tentunya ini perlu kita perhatikan. Dan rencana amaliah ini dilakukan upaya – upaya pencegahan dari Densus 88 Anti Teror Polri. Tentunya untuk aktivitas terorisme ini tidak hanya dapat diselesaikan oleh Polri maupun instansi yang lain,” terangnya.

BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

Lantas menurut Polri, disampaikan Rusdi lebih lanjut. Bahwa peran serta masyarakat sangat penting adanya. “Tapi daripada itu, Polri sangat melihat bahwa peran serta masyarakat menjadi sesuatu yang penting dalam penanganan aksi terorisme di tanah air. Dengan peran serta masyarakat tentunya dapat mempersempit ruang gerak daripada jaringan terorisme. Dan juga dari peran serta masyarakat menjadi sistem peringatan dini sosial terhadap potensi – potensi aksi terorisme di tanah air,” pungkasnya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)