Foto : Sawit

Jakarta, NAWACITAPOST – Harmonisasi Undang – Undang (UU) Cipta Kerja Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) meminta Pemerintah untuk membentuk Badan Otoritas Sawit. Yakni untuk lebih mengembangkan industri ke depan. Hal ini disampaikan oleh Deputi Pengkajian Strategi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Reni Mayerni. Menurutnya, itu dapat dikembangkan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang telah ada.

BACA JUGA: Kesibukan DPRD Kota Pekalongan Ditengah Pandemi Covid 19 dan Banjir

“Jadi kami melihat ini perlu diperluas apakah itu membentuk badan tersendiri, atau memperluas jangkauan apa yang sudah dilakukan BPDPKS,” ujar Reni, dalam webinar nasional Strategi Penguatan Kebijakan Pengelolaan Sawit Secara Berkelanjutan, pada (10/2/2021). Kemudian, dia juga menjelaskan. Bahwa otoritas baru ini akan menjadi wadah untuk menyelesaikan permasalahan tumpang tindih regulasi. Termasuk antar Kementerian/Lembaga serta pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan permasalahan sawit.

BACA JUGA: Dugaan Kasus Banyak, Rizieq Shihab Kena Pidana Berlapis?

“Apabila memang diperluas dari BPDPKS, maka badan tersebut ke depan tidak hanya untuk pengelolaan dana sawit. Tapi kewenangannya mengembangkan daya saing dan produktivitas sawit dari hulu ke hilir,” ungkap Reni. Dia juga menambahkan, Pemerintah harus meningkatkan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi dalam pengembangan produksi sawit dan turunannya. Hal ini untuk membuat industri lebih produktif dan berdaya saing.

Foto : Gubernur Lemhanas, Letjen (Purn) Agus Widjojo

“Kami juga mendorong terbentuknya klaster-klaster pengolahan produk turunan sawit,” tutur Reni. Selain itu, pihaknya menekankan peran penting kebijakan dalam mendorong pengembangan industri pengolah sawit berskala kecil dan menengah. “Maka itu dalam hal ini harmonisasi kebijakan antara lain UU Cipta Kerja, dan penyeimbangan industri sawit untuk kebutuhan pangan, energi, serta produk lainnya,” pungkasnya. (Ayu Yulia Yang)

Baca juga :  Galakkan Operasi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Kapal Cepat Berisi Ratusan Ribu Rokok Ilegal