Korupsi Edhy Prabowo Bisa Dijatuhi Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup?

0
344
Foto : Eks Menteri KKP Edhy Prabowo dan Ketua KPK Firli Bahuri

Jakarta, NAWACITAPOST – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengembangkan perkara kasus suap izin ekspor benih lobster. Yang mana kini telah menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya menjadi tersangka. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan bahwa penyidik antirasuah kekinian menemukan bukti baru. Berupa adanya tindak pidana korupsi lain dalam perkara suap benih lobster tahun 2020. Lantas, mantan Menteri KKP Edhy tidak menutup kemungkinan dijerat pasal tindak pidana korupsi atau UU Tipikor. Korupsi Edhy Prabowo bisa dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup?

Foto : KPK

“Terkait proses penyidikan yang saat ini masih berjalan, KPK tidak menutup kemungkinan untuk mengumpulkan bukti-bukti baru adanya dugaan tindak pidana korupsi lain,” kata Ali Fikri dikonfirmasi, pada (28/1/2021).  Namun, KPK juga justru menemukan kejanggalan keterangan yang disampaikan oleh salah satu saksi. Namun, enggan untuk disebutkan secara detail identitas saksi tersebut. Juru bicara berlatar belakang jaksa menyatakan penyidik menemukan saksi yang tidak jujur dalam memberikan keterangan. Hal tersebut menghambat upaya membongkar tindak pidana secara keseluruhan. “KPK dengan tegas mengingatkan kepada pihak – pihak yang dipanggil Tim Penyidik KPK untuk kooperatif dan memberikan keterangan secara jujur dan terbuka terkait dengan perkara ini,” ucapnya.

Foto : Ketua KPK Firli Bahuri

Ali juga mengingatkan potensi jerat pidana tentang kesengajaan memberi keterangan tidak benar dan perintangan penyidikan. Sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang memiliki ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. “Selain itu, KPK juga mengingatkan ancaman pidana di UU Tipikor ketentuan Pasal 21 [merintangi penyidikan] dan Pasal 22 [sengaja memberikan keterangan tidak benar] UU Tipikor yang memberikan sanksi tegas apabila ada pihak-pihak yang sengaja merintangi proses penyidikan ini,” katanya.

Foto : Korupsi Edhy Prabowo Bisa Dijatuhi Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup?

Dalam kasus penetapan izin ekspor benur lobster ini, KPK menetapkan total tujuh orang sebagai tersangka. Enam orang sebagai penerima suap, yakni eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri dan Andreau Pribadi Misanta, sekretaris pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi, dan staf istri Edhy, yaitu Ainul Faqih. Sedangkan pihak pemberi suap adalah Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Menkumham Yasonna dan Sahabat Gowes, Bangkitkan Perputaran Ekonomi UKM