Foto : Kalapas Pontianak Farhan Hidayat

Jakarta, NAWACITAPOST – Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 A Pontianak Farhan Hidayat mengajak masyarakat. Tidak mengucilkan keberadaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sudah keluar dari Lapas. Termasuk yang keluar dengan program asimilasi. Dirinya meyakinkan kepada masyarakat bahwasanya WBP punya berbagai kreativitas. Lantaran memang dia terus mendorong kreativitas WBP.

Foto : Kalapas Pontianak Farhan Hidayat bersama istri

Belum lama pada (12/6/2020) Lapas Kelas II A Pontianak menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD). Yang mana terdiri dari baju Hazmat 150 picies, dan Face Shield (Pelindung Wajah) 150 picies. Bantuan APD yang diserahkan ke Pemkab Kubu Raya merupakan hasil buatan dari warga binaan Lapas Kelas II Pontianak. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kadiv Permasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalimantan Barat (Kalbar) Suprobowati.

Foto : Kegiatan Kalapas Pontianak Farhan Hidayat dengan WBP

“APD ini diproduksi oleh warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak. Sementara warga binaan Lapas lainnya di Kalbar juga membuat hal yang sama. Warga binaan biasanya dicap negatif oleh masyarakat. Tapi kita tetap tunjukan karyanya dengan membuat kebutuhan di masyarakat. Apalagi menghadapi pandemi ini,” ujarnya. Kendati hasil produksinya terbatas, kreativitas narapidana di dalam jeruji besi ini dinilai bermanfaat.

Foto : Kegiatan pemberian bantuan APD karya WBP

Selain itu, bantuan APD tersebut sangat bagus kualitasnya. Seperti bahannya tebal dan kualitas kainnya sangat baik. Seorang warga binaan Lapas Kelas II Pontianak, Solihin, mengaku bisa memproduksi 20 APD per hari. Sebelum menjadi narapidana, Solihin memang memiliki keterampilan menjahit. “Pembuatan APD 20 buah perharinya,” ucap dia pada (8/6/2020).  (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ketum PPNI Harif Fadhillah Siap Jadi Pertama Perawat Divaksin Covid 19

 

 

 

 

 

Baca juga :  Kapolri Beri Dukungan Psikososial ke Anak Terdampak Covid-19