PK Bapas Pontianak Kemenkumham Wahyu Saefudin Terbitkan Buku Skala Nasional

0
347
Foto : PK Bapas Pontianak Wahyu Saefudin

Jakarta, NAWACITAPOST – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Pontianak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Wahyu Saefudin yang kerap beberapa kali mendapatkan penghargaan, lantas kemudian menerbitkan buku. Yang mana buku diberi judul “Psikologi Pemasyarakatan”. Buku karyanya diterbitkan pada (28/12/2020). Buku diterbitkan oleh salah satu penerbitan mayor di Indonesia, Prenada Media. Buku diedarkan secara Nasional. Untuk versi e-booknya, buku Psikologi Pemasyarakatan sudah terlebih dahulu diedarkan melalui website Gramedia digital, pada (21/12/2020). Penasaran kan ya tentang apa bukunya?

Foto : PK Bapas Pontianak Wahyu Saefudin Terbitkan Buku Skala Nasional

Untuk e-book dapat diakses melalui https://ebooks.gramedia.com/id/buku/psikologi-pemasyarakatan. Sedangkan untuk versi cetaknya, saat ini baru bisa diakses melalui  https://prenadamedia.com/shop/psikologi-pemasyarakatan/. Setelahnya, buku ini akan diedarkan melalui toko buku seperti Gramedia. Buku Psikologi Pemasyarakatan pertama di Indonesia ini. Terdiri dari VII BAB Pembahasan.

BACA JUGA: Apa Kata Para Tokoh Soal Pilkada Kepulauan Nias?

Pada BAB I membahas psikologi dan ruang lingkupnya. Ya dengan pembahasan meliputi sejarah psikologi, definisi, ruang lingkup, hingga objek dan cabang psikologi sekaligus sebagai pengenalan awal pada pembaca mengenai keilmuan psikologi secara umum. Pada BAB II penulis memulai pembahasan dengan memahami perilaku abnormal dan metode keterkaitannya. Sehingga menyebabkan terjadinya tindak pidana.

Foto : PK Bapas Pontianak, Wahyu Saefudin bersama Gubernur Kalbar

Pada BAB III penulis melanjutkan pembasahan mengenai pemasyarakatan. Disini penulis memberikan gambaran mengenai penjelasan sistem pemasyarakatan dan penerapan kemudian sistem itu menggantikan periode pemenjaraan yang sudah lama berjalan di Indonesia. Pada BAB IV penulis kemudian mengupas gambaran peran psikologi dalam sistem pemasyarakatan.

BACA JUGA: Harapan Masyarakat Kepulauan Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Pada BAB V penulis memberikan pandangan mengenai berbagai persiapan yang harus diberikan pada WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) sebelum melaksanakan program Pembebasan Bersyarat maupun Cuti Bersyarat, berdasarkan pengalaman yang penulis miliki. Termasuk yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan masyarakat untuk menerima warga binaan yang mana penulis jelaskan pada BAB VI. Pada BAB VII sebagai Bab terakhir, penulis menjelaskan mengenai perlunya meningkatkan kesehatan mental bagi WBP.

Foto : PK Bapas Pontianak Wahyu Saefudin Terbitkan Buku Skala Nasional

Penulis yang akrab disapa Wahyu menjelaskan. Tak lain mengenai factor yang kemudian tercetus untuk menulis buku. “Melihat tugas berat pemasyarakatan untuk mengembalikan WBP menjadi pribadi yang utuh, saya rasa diperlukan berbagai lintas keilmuan untuk dapat bahu membahu mengambil peran dalam upaya itu. Buku ini bermaksud menjelaskan bagaimana implementasi psikologi di dalam pemasyarakatan yang meliputi Rutan, Lapas, LPKA dan Bapas,” jelasnya.

BACA JUGA: Wanita Hebat di Indonesia Kini

“Oleh karena itu, buku ini semoga dapat memperbanyak referensi mengenai bagaimana peran psikologi (Psikolog dan Ilmuwan Psikologi) dalam pemasyarakatan,” lanjut Wahyu. Buku Psikologi Pemasyarakatan ternyata juga mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai tokoh. Salah satunya adalah Guru Besar Psikologi Forensik, Yusti Probowati. Yang mana bisa dikatakan menurutnya pemasyarakatan membutuhkan peran keilmuan Psikologi.

Foto : PK Bapas Pontianak Wahyu Saefudin Terbitkan Buku Skala Nasional

“Pemasyarakatan adalah upaya mengembalikan individu yang bermasalah secara hukum ke masyarakat. Dilakukan baik di Rutan, Lapas, LPKA maupun di Bapas. Bagaimana peran psikologi dalam pemasyarakatan? Sangat besar perannya, individu melakukan pelanggaran hukum karena memiliki permasalahan psikologi,” tegas Yusti.

Foto : PK Bapas Pontianak Wahyu Saefudin Terbitkan Buku Skala Nasional

Lebih jauh lagi, menurut Guru Besar pertama di bidang psikologi forensik ini, buku Psikologi Pemasyarakatan yang ditulis PK Bapas Pontianak patut untuk dijadikan sebagai bahan rujukan oleh berbagai pihak. “Buku ini mencoba membahas peran psikologi dalam pemasyarakatan. Menarik karena ditulis oleh praktisi hukum yang bekerja di Bapas. Jadi buku ini tidak hanya berisi sisi teoritis namun juga praktis,” terangnya.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Menggugat, Hilarius Duha Bisa Kalah?

Yusti pun merekomendasikan buku tersebut layak menjadi buku pegangan bagi mahasiswa, praktisi, maupun masyarakat umum yang tertarik dengan tema pemasyarakatan.  Apresiasi yang sama juga diberikan oleh salah satu pengajar di Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Ali Muhammad. “Pemasyarakatan sebagai suatu sistem perlakuan terhadap pelanggar hukum tentunya dalam praktiknya memerlukan banyak sumbangan seperangkat pengetahuan (body of knowledge) dari disiplin ilmu lainnya,” imbuhnya.

Foto : PK Bapas Pontianak Wahyu Saefudin Terbitkan Buku Skala Nasional

Yusti juga menyampaikan bahwa tak hanya baik secara teori tapi juga praktik. “Baik teori maupun praktik yang dapat menunjang keberhasilan dalam upaya pemulihan Warga Binaan Pemasyarakatan. Buku ini memberikan referensi keilmuan tentang bagaimana ilmu Psikologi dapat menjelaskan tentang perilaku kriminal, proses psikologi dalam kejahatan dan pendekatan psikologi dalam memahami kejahatan. Yang dikaitkan dalam setting pemasyarakatan yang bermanfaat untuk petugas pemasyarakatan,” pungkasnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Kemenangan Hilarius Duha Terancam Gugatan Idealisman Dachi di MK