PT. KAI Fasilitasi Rapid Test Antigen, Dukung Pemerintah Tekan Cluster Covid 19

0
309
Foto : Suasana Rapid Test Antigen

Jakarta, NAWACITAPOST – Pandemi Covid 19 benar dirasakan dampaknya, termasuk PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. Hampir mengalami penurunan pendapatan hingga 90%. Namun, pergantian masa pandemi Covid 19, mendorong KAI untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya memfasilitasi area stasiun untuk Rapid Test Antigen kepada para calon penumpang Kereta Api (KA) jarak jauh. Hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam menekan cluster Covid 19.

Foto : Suasana Rapid Test Antigen di Stasiun Pasar Senen

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melayani total hingga 13 stasiun untuk fasilitas Rapid Test KA, mulai melayani Rapid Antigen. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan pada (22/12/2020) ke Nawacitapost di Stasiun Pasar Senen. Bahwa per 22 Desember 2020, KAI menambah 4 stasiun yang menyediakan layanan rapid test antigen. Sehingga total menjadi 13 stasiun. Adapun keempat stasiun baru tersebut adalah Bandung, Cirebon, Purwokerto dan Solo Balapan. Untuk mendapatkan layanan ini pelanggan cukup membayar Rp 105.000.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Menggugat, Hilarius Duha Bisa Kalah?

“Kami disini hanya menyediakan tempat, memfasilitasi. Yang jual alat itu, yang memeriksa, yang menyelenggarakan itu dari PT. RNI (Rajawali Nusantara Indonesia). Jadi kita sediakan tempatnya. Silakan layani. Tapi jualnya dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Paling murah sih sepertinya di stasiun. Nanti diminta rekap. Mereka semua yang memberikan rekapan ke kita. Biasanya jelang istirahat. Berapa yang dilayani dan jumlah yang positif? SOP kita, sudah beli tiket, rapid test, ketika positif tidak boleh berangkat. Uang tiket dikembalikan full,” terang Joni Martinus.

Foto : Suasana Rapid Test Antigen di Stasiun Pasar Senen

Joni Martinus melanjutkan bahwa pemeriksaan Rapid Test Antigen berlangsung sekitar 25 menit. Alat dimasukkan ke hidung dan mulut. “ Cairan yang diambil, kemarin saya itu diambil dari hidung sama mulut. Dicampur ke alat. Nanti ada garis. Garis 1 negatif. Dari tingkat validitas segi pemeriksaan lebih akurat. Biayanya pun lebih mahal. Waktu itu rapid test saja Rp 85.000,” jelasnya.

BACA JUGA: Harapan Masyarakat Kepulauan Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Namun Joni Martinus menjelaskan bahwa memang sejak pandemi, penumpang turun sampai 90%. “Baru mau normal. Kebijakannya berubah – ubah. PSBB. Pendapatan banyak turun jauh. Kebijakan itu mempengaruhi daya beli masyarakat. Sementara biaya perawatan dan pegawai terus berjalan,” pungkasnya. Layanan Rapid Test Antigen di stasiun merupakan alternatif yang KAI hadirkan untuk kemudahan calon pelanggan yang akan naik Kereta Api.

Foto : Joni Martinus, VP PR KAI

Selain di stasiun, calon pelanggan juga bisa menggunakan hasil Rapid Tes Antigen dari Rumah Sakit atau Klinik yang terpercaya. Pelanggan yang berhak melakukan Rapid Test Antigen di stasiun diharuskan menunjukkan kartu identitas dan tiket atau kode booking yang sudah dibayarkan. Untuk mencegah keterlambatan, masyarakat disarankan untuk melakukan rapid test antigen satu hari sebelum tanggal keberangkatan. Sampai dengan 21 Desember 2020, KAI telah memberangkatkan 131.000 penumpang KA Jarak Jauh untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2021. Adapun yang menjadi rute favorit adalah Jakarta menuju Yogyakarta dan Surabaya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ketum PPNI Harif Fadhillah Siap Jadi Pertama Perawat Divaksin Covid 19