Idealisman Dachi Menggugat, Hilarius Duha Bisa Kalah?

0
902
Foto : Idealisman Dachi Menggugat, Hilarius Duha Bisa Kalah?

Jakarta, NAWACITAPOST – Perolehan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sudah hangat dalam perbincangan. Termasuk juga Pilkada yang ada di Kepulauan Nias. Salah satu diantaranya Nias Selatan. Hasil perolehan dinyatakan unggul pasangan Hilarius Duha – Firman Giawa. Rupanya hal demikian tidak menyurutkan semangat Idealisman Dachi – Sozanolo Ndruru. Keduanya melakukan gugatan perselisihan hasil Pilkada pada (18/12/2020) ke Komisi Pemilihan Umum (Umum) dan Mahkamah Konsitusi. Lantas Hilarius Duha bisa kalah?

Foto : Hilarius – Firman

Pengumuman gugatan Idealisman Dachi – Sozanolo Ndruru diterbitkan pada (19/12/2020). Nawacitapost pun berusaha mengonfirmasi terbitan gugatan tersebut melalui Whatsapp pada (19/12/2020). Namun yang bersangkutan membaca tetapi tidak membalas. Diketahui, proses pelaksanaan rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Nias Selatan (Kab. Nisel), oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) rampung dilaksanakan. Yakni melalui Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara dan Penetapan Hasil yang digelar dari 15 sampai 16 Desember 2020.

Foto : Layangan gugatan perselisihan perolehan suara

Bertempat di SEM Hotel, Kecamatan Teluk Dalam, Kab. Nisel, Provinsi Sumatera Utara (Prov. Sumut). KPUD Nisel telah merekapitulasi seluruh jumlah suara berdasarkan perolehan suara di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk 35 kecamatan. Tak lain dengan melibatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan saksi – saksi pasangan calon masing – masing.

Foto : Konfirmasi ke Idealisman Dachi

Berdasarkan hasil rekapitulasi, KPU mengesahkan pasangan calon (paslon) Nomor Urut 1, Dr. Hilarius Duha, S.H., M.H – Firman Giawa, S.H., M.H (HD – Firman) sebagai pemenang. Tak lain pada Pilkada Nisel mengungguli lawan politiknya. Yang mana dengan total jumlah hasil perolehan suara untuk paslon Nomor Urut 1, HD – Firman memperoleh 72.258 suara. Sedangkan paslon Nomor Urut 2, Ideal – Sanolo memperoleh suara 54.019.

BACA JUGA: Apa Kata Para Tokoh Soal Pilkada Kepulauan Nias?

Ketua KPUD Nisel, Repa Duha menerangkan pada (17/12/2020). Bahwa pelaksanaan rapat pleno tingkat kabupaten sudah terlaksana dengan baik tanpa ada kendala. Itu semua berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak serta dukungan masyarakat. “Kita bersyukur atas pelaksanaan rapat pleno yang telah berjalan dengan baik. Kendati diwarnai dengan sanggahan atau koreksi dari saksi pasangan calon maupun Bawaslu,” jelasnya.

Foto : Hilarius Duha – Firman Giawa

Lebih lanjut dijelaskan oleh Repa Duha. “Namun dinamika suasana mampu kita selesaikan berdasarkan mekanisme yang ada. Satu hal yang penting untuk diketahui bahwa selama rapat pleno terlaksana tidak ada rekomendasi yang disampaikan pihak Bawaslu. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi sudah sesuai aturan dan tahapan. Dan untuk partisipasi pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan tahun 2020 ini, mencapai 77 persen sesuai dengan yang ditargetkan,” lanjutnya.

Foto : Proses rekapitulasi di Nias Selatan

Lebih lanjut disampaikan oleh Repa Duha. Bahwa untuk gugatan ke jenjang Mahkamah konstitusi (MK), berdasarkan peraturan MK disebutkan minimal 3 hari sejak dibacakan putusan. Diberikan kesempatan kepada paslon untuk melakukan gugatan. “Namun bila tidak ada permohonan sengketa, maka 5 hari setelah itu akan kita umumkan,” pungkasnya. Rangkaian kegiatan rapat pleno dihadiri oleh Kapolres Nias Selatan, AKBP. Arke Furman Ambat, Danlanal Nias, Letkol. Laut (P). Prasetyo, Danramil, Mayor infanteri Hatianus Zega, Kasi. Intel Kajari Nisel, Satria D. Zebua, Komisioner KPUD, Komisioner Bawaslu Nisel dan para saksi kedua paslon.

Foto : Ideal – Sanolo

Begitu banyak saksi dalam rapat pleno, namun tetap ada layangan gugatan perselisihan perolehan suara. Pasangan calon yang sudah kalah sebaiknya bisa menerima. Setidaknya bersama mendukung program kerja calon kepala daerah yang sudah unggul. Sebab sejatinya rakyat sudah memberikan kepercayaan pilihannya kepada mereka yang unggul dalam Pilkada. Mungkin saja bagi yang kalah juga ada rekam jejak digital yang kurang bisa menarik simpati rakyat. Bisa juga program kerjanya masih dipertanyakan. Sehingga rakyat tidak memilih. KPUD dan Bawaslu tentu sudah bekerja secara maksimal untuk menjadikan prosesi Pilkada transparan, bersih dan tidak cacat hukum. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ini Pendapat Tokoh Nias Barat dan Nias Utara Pasca Pilkada