Foto : Ketum DPP PPNI Harif Fadhillah Siap Jadi Pertama Perawat Divaksin Covid 19

Jakarta, NAWACITAPOST – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berkomitmen mendukung program Pemerintah. Terutama berkaitan pemberian vaksin Covid 19 kepada masyarakat. Dalam hal ini Ketua Umum (Ketum) DPP PPNI Harif Fadhillah menyatakan dirinya siap menjadi yang pertama perawat untuk divaksin Covid 19. Demikian dikatakannya kepada Nawacitapost pada (18/12/2020).

Foto : Ketum DPP PPNI Harif Fadhillah Siap Jadi Pertama Perawat Divaksin Covid 19

Harif Fadhillah pun menyampaikan adanya kabar gembira. Mengenai hadirnya 1,2 juta dosis vaksin Covid 19 di Indonesia. Yang mana vaksin ini diutamakan diberikan kepada empat kelompok utama dari lima kelompok yang diprioritaskan. Diantaranya petugas kesehatan, TNI-Polri, tenaga pendidik dan aparatur negara di pelayanan publik.

BACA JUGA: Harapan Masyarakat Kepulauan Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Berkaitan vaksin tersebut, Harif Fadhillah berpendapat bahwa perawat sebagai orang kesehatan seharusnya untuk berpikir pada fungsi kesehatan. Dalam hal ini pula, PPNI diterangkannya mendukung atas program pemberian vaksin Covid 19. Yang mana tentunya sudah teruji dengan keamanan dan efikasinya.

????????????????????????????????????

“Tentunya dengan catatan adalah vaksin ini aman dan efikasi tinggi. Yang tentunya aman dan efikasi tinggi ini akan diclear oleh lembaga yang berwenang. Dalam hal ini pemerintah melalui BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan). Jadi apabila sudah diclear, vaksinnya sudah dipesan dan telah tiba di Indonesia dan siap dibagikan. Maka saya kira, kita tidak ada alasan untuk menolak program ini, apalagi kita yang pertama dan diutamakan diberikan vaksin itu,” sebut Harif Fadhillah.

BACA JUGA: Tri Rismaharini, Calon Kuat Menggantikan Menteri Sosial Juliari P. Batubara?

Disimpulkan oleh Harif Fadhillah. Bahwa situasi pada saat ini sedang berada di lingkungan yang sangat rentan. Sehingga akan timbulnya banyak sekali risiko dalam melakukan pelayanan. Tentunya aspek yang diutamakan ditingkatkan adalah daya tahan. Jadi cara melindungi daya tahan tubuh itu salah satunya dengan vaksin selain melalui cara makan yang sehat, istirahat teratur, berpikir positif, dan sebagainya.

Baca juga :  Kemendagri Ingatkan Pemda Update Data Laporan Penanganan Covid-19
Foto : Ketum DPP PPNI Harif Fadhillah Siap Jadi Pertama Perawat Divaksin Covid 19

Disamping itu, dijelaskan Harif Fadhillah mengenai perlunya vaksin tersebut. Dikarenakan sebagai orang kesehatan tentunya sudah pasti tahu. Yang mana sebelumnya sudah ada tersedianya vaksin itu sebelum adanya wabah Covid ini. Seperti vaksin Polio, Campak, Difteri, BCG, dan lainnya. Sementara pada waktu tertentu itu angka kesakitan dan kematian sudah tinggi sekali akibat penyakit tersebut.

BACA JUGA: Apa Kata Para Tokoh Soal Pilkada Kepulauan Nias?

Namun setelah adanya vaksin itu, menurut Ketum PPNI pula, penyakit tersebut dapat diatasi. Bahkan ada penyakit yang telah menghilang. Dikarenakan pemberian vaksin secara luas. Dan tentunya berharap pula bahwa fungsi vaksin Covid 19 ini sama juga dengan vaksin sebelumnya. Dirinya pun sempat melakukan survey secara internal terhadap vaksin Covid 19 ini. Ternyata dari hasil survey tersebut, bahwa sebesar 84 % perawat bersedia menerima vaksin untuk pertama kalinya. Dan tentunya hal ini menunjukan sikap yang baik terhadap program pemberian vaksin ini oleh Pemerintah.

Foto : Ketum DPP PPNI Harif Fadhillah Siap Jadi Pertama Perawat Divaksin Covid 19

“Saya kira itu menunjukkan sikap kita terhadap program ini, dan kita tahu manfaatnya, walaupun ada risiko. Misalnya risiko efek sampingnya, kejadian ikutan pasca imunisasi. Tetapi presentasinya kecil dan ringan dibandingkan dengan manfaatnya secara luas. Jadi sebagai orang kesehatan, tentu kita harus berpikir linear dan lurus pada keilmuan kita,” tegas Harif Fadhillah. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Terima Nawacitapost