Foto : Harapan Masyarat Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Jakarta, NAWACITAPOST – Sedikit miris melihat kondisi warga Kepulauan Nias yang ada di perantauan. Khususnya yang berada di Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat. Mereka harus rela menunggu lama di pelabuhan. Sehingga terjadi penumpukan penumpang disana. Demikian terjadi disinyalir kurangnya armada laut pengangkut penumpang yang beroperasi. Padahal cukup banyak warga Nias perantauan disana. Mereka berharap Kementerian Perhubungan utamanya Laut bisa menambah armada laut untuk mereka.

Foto : Harapan Masyarat Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Warga Nias perantauan merasa armada laut perlu ditambah. Terutama saat moment tertentu. Seperti Natal dan Tahun Baru. Kebanyakan dari warga Nias beragama Kristen. Mereka pergi ke kampong halaman untuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Sementara, armada laut terbatas. Mereka terpaksa harus berdesak – desakan. Sehingga bisa mengabaikan protokol kesehatan.

Foto : Harapan Masyarat Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Ketua DPC HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Tapanuli Tengah Famoni Gulo,SH,M.Pd,C.P.L menerangkan pada (17/11/2020). “Keadaan orang kita Nias yang pulang ke kampung halaman dalam rangka libur bersama menyambut Natal dan Tahun Baru di daerah pelabuhan kota Sibolga Provinsi Sumatra Utara. Dari hari Senin tanggal 14 Desember 2020, sudah mulai banyak penumpang. Banyak yang terlantar. Mengingat peraturan Covid 19, terbatas kapal menerima penumpang,” katanya.

Foto : Harapan Masyarat Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Lebih lanjut Famoni menjelaskan. “Setelah kita tinjau di lapangan, benar adanya penumpang banyak yang terlantar. Ada yang sampai tiga hari menunggu keberangkatan menuju Kepulauan Nias. Namun tak dapat juga tiket kapal. Karena keterbatasan dan siapa yang kuat baru yang mendapatkan tiket. Pada tanggal 17 Desember 2020 pukul 22.00 WIB, terjadi keributan di kapal. Lantaran para penumpang kapal yang sudah dapat tiket tidak jadi diberangkatkan, kelebihan muatan, kata kapten kapal. Sehingga setelah kita turun ke lokasi, puji Tuhan dapat teratasi,” lanjutnya.

Baca juga :  Difitnah Elit Partai Demokrat, Marzuki Alie Polisikan 3 Nama Petinggi PD
Foto : Harapan Masyarat Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Famoni pun menambahkan. “Mengingat, menimbang dan memperhatikan pada tanggal 22 Desember 2020 sampai bulan Januari  2021, yang mana merupakan moment arus mudik dan balik. Sehingga tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan, baik melanggar peraturan Covid 19 maupun hal yang lain. Maka kami mohon kepada BPH HIMNI DPD dan DPP bisa menyuarakan ke Kementrian Perhubungan utamanya Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut. Agar bisa menambahkan armada kapal rute Sibolga, Kota Gunungsitoli dan Teluk Dalam,” pungkasnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Terima Nawacitapost