Apa Kata Para Tokoh Soal Pilkada Kepulauan Nias?

0
869
Foto : Brigjen Pol Bahagia Dachi (Ketua Umum DPP FORNISEL), Menkumham Yasonna (Ketua MPO DPP HIMNI), Otoli Zebua (Sekjend DPP HIMNI) dan Agustus Gea (Sekretaris MPO HIMNI)

Jakarta, NAWACITAPOST – Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Serentak 2020 di beragam wilayah sudah selesai. Termasuk di Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat dari 270 daerah yang menggelar pesta demokrasi. Berdasarkan Real Count sudah ada hasil atau yang unggul sementara. Namun, lebih tepat dan legal standingnya pengumunan resminya ada pada lembaga yang bernama KPU. Lembaga yang mana merupakan lembaga resmi yang diatur dalam UU (Undang – Undang) dan disetujui semua peserta baik calon kepala daerah maupun partai yang mengusungnya serta. Lantas apa kata para tokoh soal Pilkada Kepulauan Nias?

Foto : HIMNI Sekretaris MPO Agustus Gea, SH

Hasil perolehan sementara khususnya di Kepulauan Nias yang lebih unggul pun sudah banyak diperbincangkan. Untuk Nias Selatan ada Hilarius Duha – Firman Giawa, Nias ada Ya’atulo Gulo – Arota Lase, Nias Barat ada Khenoki Waruwu – Era Era Hia, Nias Utara ada Amizaro Waruwu – Yusman Zega dan Gunungsitoli ada Lakhomizaro Zebua – Sowa’a Laoli. Hasil unggul sementara demikian pun mendapat tanggapan dari para tokoh. Salah satunya datang dari Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI).

BACA JUGA: Harapan Masyarakat Kepulauan Nias Perantauan, Kementerian Perhubungan Tambah Armada Laut

Sekretaris MPO HIMNI yang pernah menjabat Ketua Umum DPP HIMNI Agustus Gea, SH (Ama Tara) menyampaikan. Bahwa KPUD dan Bawaslu Kabupaten/Kota se Kepulauan Nias hebat. “Masyarakat Kepulauan Nias pantas memberikan apresiasi dan ucapan selamat serta berterima kasih kepada KPUD dan Bawaslu Kabupaten/Kota se Kepualuan Nias atas penyelenggaraan Pilkada serentak di Kabupaten/Kota se Kepulauan Nias. Yang berlangsung dengan baik dan sukses tanpa gejolak yang berarti,” terangnya.

Foto : HIMNI Sekretaris MPO Agustus Gea, SH

Agustus Gea kembali melanjutkan penjelasannya. “Dan kepada para pemenang kontestasi, kami ucapkan selamat. Dan kepada yang kalah kami harapkan dapat berbesar hati. Ke depan masih ada kesempatan dan tetap mendukung keberhasilan daerah masing – masing. Keberhasilan KPUD & Bawaslu Kabupaten/Kota se Kepulauan Nias di dalam menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2020 ini tidak terlepas dari beberapa faktor,” katanya.

BACA JUGA: Tri Rismaharini, Calon Kuat Menggantikan Menteri Sosial Juliari P. Batubara?

“Diantaranya koordinasi yang baik antara KPUD, Bawaslu dan aparat kepolisian. Kesadaran masyarakat yang semakin meningkat akan pentingnya pemimpin yang berkualitas (walaupun tingkat partisipasi masyarakat di dalam kegiatan pemilu masih relatif rendah). Anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa “Khōmi zilima fakhe khōma zima’ōkhō“. Dan yang menang yang banyak uang tidak terbukti. Kalau pun terjadi sangat tersembunyi sehingga sangat sulit pembuktiannya. Kesadaran peserta Kontestasi yang mengadalkan Program Kerja dan bukan Uang (menjauhkan diri dari money politic),” imbuh Ama Tara.

Foto : HIMNI Sekretaris MPO Agustus Gea, SH

“Yang sangat disayangkan adalah sikap keberpihakan para hamba Tuhan. Bahkan ada hamba Tuhan yang secara terang – terangan mendukung salah satu kontestan. Para hamba Tuhan sesungguhnya sangat diharapkan peranannya didalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Agar menggunakan hak pilihnya sesuai amanat perundang – undangan tanpa keberpihakan kepada siapapun. Serta mendorong terciptanya penyelenggaran Pilkada yang jurdil tanpa money politics,” lanjut Sekretaris MPO.

BACA JUGA: Telkom Indonesia Tak Pantas Sandang Kelas Internasional, Pelayanan Jauh dari Harapan

Senada pun disampaikan oleh Sekjend HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Otoli Zebua.  Dia mengapresiasi Pilkada di Kepulauan Nias yang berlangsung aman dan sukses. “Pepatah pun berlaku bagi yang unggul atau menang. Bahwa yang menang jangan jumawa atau merasa dia yang paling berhak mengatur daerahnya. Dan berpesta pora kepada yang kalah. Itu tak boleh terjadi dan dilarang dalam budaya kita,” katanya.

Foto : HIMNI Ketua Umum Marinus Gea dan Sekjend Otoli Zebua

“Demikian juga yang kalah jangan minder atau merasa terasing. Tunjukanlah dengan membangun daerahnya bersama kepala daerah yang terpilih. Kritiklah secara konstruktif. Berilah solusi terbaik dalam membangun daerah. Khususnya di  5 daerah Kepulauan Nias. Sebab ketika yang terpilih itu menjadi orang nomor satu dan orang nomor dua di daerahnya. Mereka itu bukan Bupati, Wakil Bupati maupun Walikota dan Wakil Walikota bagi yang menang. Yang ada, tepat dan benar menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat di daerah tersebut,” ungkap Otoli Zebua.

BACA JUGA: Nawacitapost Apresiasi Prestasi Sosok KSP Moeldoko

Lebih lanjut Otoli mengungkapkan. “Sebagai bentuk rasa syukur dan suskesnya Pilkada 2020. “Saya memberikan apresiasi kepada penyelenggara pemilu. Yakni KPUD, Panwaslu se Kepulauan Nias, pemerintah dan kepolisian. Yang telah melaksanakan pemilu dengan baik dan telah menerapkan Protokoler Kesehatan dengan maksimal,” lanjutnya.

Foto : HIMNI (Sekjend Otoli Zebua, Ketua Umum Marinus Gea dan Ketua Kominfo Faigiziduhu Ndruru)

“Apresiasi juga kepada masyarakat yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Meskipun sebelum Pilkada ada perbedaan – perbedaan pendapat dalam berkomunikasi. Terutama di media sosial. Namun sampai pada hari penetapan hasil oleh KPUD, semua berjalan lancar dan damai. Apresiasi kepada semua calon peserta Pilkada yang terpilih maupun yang belum terpilih. Kita patut menghormati mereka. Karena  telah menunjukkan cara berdemokrasi yang baik. Dan ini menjadi contoh ke depan,” imbuh Otoli Zebua.

BACA JUGA: Habib Rizieq Shihab Terancam Ditetapkan Tersangka, Gubernur Anies Menyusul?

“Bagi yang terpilih jangan jumawa dan bagi yang belum terpilih jangan berkecil hati,” sambung Otoli Zebua. Dirinya pun yang juga berdarah Nias memiliki harapan besar. “Harapan ke depan bagi semua yang terpilih menjadi kepala daerah di kepulauan Nias, agar menunaikan program dan janji – janji saat kampanye. Karena masyarakat telah mencatat dan pasti menagih. Jangan jauhkan diri dari masyarakat. Tetapi jadilah pelayan bagi mereka,” harapnya.

Foto : Sekjend DPP HIMNI Otoli Zebua, Ketua Kominfo DPP HIMNI Faigiziduhu Ndruru bersama Menkumham Yasonna

Otoli Zebua pun memberikan himbauan kepada masyarakat khususnya di Kepulauan Nias. “Harapan bagi masyarakat agar mendukung siapapun yang terpilih dan telah ditetapkan oleh KPUD. Menjadi kepala daerah. Hal ini bisa diwujudkan dengan menghilangkan perbedaan pendapat pada masa sebelum Pilkada. Kita tetap menjaga kesatuan dan semangat kebersamaan. Selanjutnya terbuka kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik yang konstruktif dan membangun kepada kepala daerah,” sambungnya.

BACA JUGA: Tommy Sumardi Bantah Bawa Nama Azis Syamsuddin dan Kabareskrim Listyo Sigit Waktu Ketemu Napoleon

“Sebaliknya jika kepala daerah bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan baik jangan segan memberi dukungan dan apresiasi,” pungkas Sekjend HIMNI. Lalu Brigjen Polisi Bahagia Dachi, Ketua Umum Forum Nias Selatan (FORNISEL) pun turut menanggapi. “Bersyukur Pilkada bisa dilalui dengan baik. Semua itu anugerah Tuhan bagi masyarakat Kepulauan Nias. Kita sudah beranjak dari cara Pemilu atau Pilkada yang lama. Yang selalu menimbulkan keributan. Paslon kali ini lebih dewasa dan juga masyarakatnya,” ungkapnya.

Foto : FORNISEL (Ketua Umum Brigjen Pol Bahagia Dachi dan Sekjend Beesokhi Ndruru)

“Harapan kita kedepan 2024, kita menikmati Pemilu dan Pilkada serentak di Kepulauan Nias sebagai pesta demokrasi. Bukan pertarungan gengsi antar marga antar wilayah. Kami mengimbau kepada organisasi – organisasi masyarakat. Agar siapapun yang menang dapat mengajak masyarakat bersatu kembali mendukung kepemimpinan selanjutnya. Perbedaan kita tinggalkan dan kesatuan memajukan pembangunan masyarakat kita tingkatkan,” lanjut Bahagia Dachi.

BACA JUGA: Ketua KPK Firli Sebut Anies Ibarat Baru Bangun

Bahagia Dachi menambahkan. “Selain dukungan organisasi masyarakat untuk berjalannya pemerintahan yang efektif dan efisien juga tetap mengambil posisi sebagai sosial control. Sehingga pelaksanaan program dan janji masa kampanye benar – benar diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Periode pemerintahan daerah hasil Pilkada serentak 2020 ini relatif singkat hanya sampai 2024. Kita harapkan para kepala daerah empat Kabupaten satu Kota di Kepulauan Nias agar bekerja keras dan efektif,” tambahnya.

Foto : Ketua Umum FORNISEL Brigjen Pol Bahagia Dachi bersama istri

Bahagia Dachi pun pula mengingatkan agar para kepala daerah benar – benar menjauhkan diri dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Menurutnya, jika tidak kualitas pelayanan masyarakat bukan hanya buruk sebagian tapi secara keseluruhan merusak berbagai program. “Jangan lupa bahwa jika namamu terkait dengan peristiwa – peristiwa korupsi pada masa periode kepemimpinan kepala daerah akan menjadi faktor penghalang karir politik berikutnya. Itu tidak main – main. Sudah terbukti bahwa rekam jejak terkait korupsi jadi perhatian masyarakat. Tidak jarang menyebabkan kekalahan seseorang kandidat,” pungkasnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Habib Rizieq Shihab Bukan Keturunan Nabi? Ini Faktanya