Kakanwil Sumsel Ajub Suratman Mengedepankan Sinergisitas Pengayoman Kemenkumham

0
117
Foto : Kakanwil Sumsel, Ajub Suratman

Jakarta, NAWACITAPOST – Ajub Suratman mengemban jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Selatan (Sumsel). Dirinya menerapkan ke para jajaran Kanwil Sumsel dengan mengedepankan sinergisitas dalam melaksanakan setiap program kerja. Hal ini tak lain bertujuan untuk mewujudkan visi Pengayoman Kemenkumham agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum. Terutama dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) Dharma Karyadhika.

Foto : Kakanwil Sumsel Ajub Suratman

“Kepada segenap jajaran di internal dan seluruh UPTD Kanwil Kemenkum HAM Sumsel agar mengedepankan prinsip kerangka berfikir yang efektif dan efisien dalam rangka mencari solusi,” ungkap Ajub Suratman, pada (29/8/2019).

BACA JUGA: Marissa Haque Cari Panggung Pakai Omnibus Law?

Sekjend Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto berharap kepada Ajub Suratman untuk sigap melakukan koordinasi dan rekonsilisiasi dengan seluruh jajaran. Sekaligus agar dapat melanjutkan program – program yang telah dilaksanakan pejabat lama. Masih banyak program yang belum terselesaikan semasa kepemimpinan pejabat lama. Antara lain pembentukan sejumlah kantor imigrasi (kanim) baru dan unit kerja keimigrasian di sejumlah daerah.

BACA JUGA: Bareskrim Tangkap KAMI, Ternyata Ngeri Percakapannya, PKS Justru Minta Bebaskan

Lalu yang sudah siap untuk operasional dan menunggu untuk diresmikan adalah Kanim OKU yang berpusat di Baturaja. Sedangkan, yang tengah diusulkan untuk dibangun Kanim adalah Musi Rawas (Mura) di Muara Beliti dan Kanim Musi Banyuasin (Muba) di Sekayu serta satu unit kerja keimigrasian di Prabumulih. Memang perlu jenjang waktu yang cukup panjang hingga akhirnya sejumlah kanim dan unit kerja keimigrasian ini bisa direalisasikan.

Foto : Kegiatan Kakanwil Sumsel Ajub Suratman

Disamping itu, Kanwil Kemenkumham Sumsel terus berkomitmen mempercepat implementasi Peraturan Menkumham Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Ajub ingin mewujudkan tema Meningkatkan Profesionalisme Petugas Pemasyarakatan Menuju Pemasyarakatan Maju. Oleh karenanya diadakan Rakernis (Rapat Kerja Teknis) untuk para jajarannya pada 2 hingga 4 September 2020. Diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Lingkungan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel.

BACA JUGA: AHY Tolak Omnibus Law Sebelum Baca, Kader Lari ke Megawati?

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Ajub Suratman dalam sambutannya menyampaikan terkait keadaan dan kondisi UPT Pemasyarakatan yang ada di Sumsel. “Pelaksanaan Rakernis ini bukan hanya sekadar agenda tahunan kita, tapi merupakan momen yang tepat untuk kita memahami bagaimana sesungguhnya tugas dan fungsi kita sebagai aparatur yang diberi tugas mulia dalam melaksanakan pembinaan di lingkup Pemasyarakatan,” urainya.

Foto : Kakanwil Sumsel, Ajub Suratman

Ajub Suratman menambahkan bahwa saat ini jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Sumatera Selatan berjumlah 10.149 orang, dengan kapasitas hunian Lapas/Rutan yang hanya 6.605 orang. “Situasi overcrowded ini berdampak kepada meningkatnya risiko gangguan keamanan dan ketertiban, suasana psikologis penghuni yang tidak sehat sehingga sangat mudah terjadi konflik antar penghuni, terjadi pelanggaran HAM, serta kegagalan untuk menjamin penghuni dalam kondisi aman dan manusiawi sehingga tidak sedikit pihak yang merasa tidak puas dengan kondisi tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Abaikan Sektor Pariwisata dan Perikanan Nias Selatan?

“Dengan adanya Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yang ditetapkan tanggal 18 Desember 2018 dan diundangkan pada tanggal 20 Desember 2018 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1685), diharapkan dapat mengoptimalkan penyelenggaraan Pemasyarakatan sebagai bentuk perlakuan terhadap tahanan, narapidana dan klien serta perlindungan terhadap barang bukti,” pungkas Ajub Suratman. Terlihat begitu integritasnya Ajub Suratman yang dipersembahkan tidak hanya untuk bangsa dan Negara tetapi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?