Pengusaha Menyambut Gembira Diberlakukan PSBB Transisi

0
331
Foto : Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang bersama Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, NAWACITAPOST – Pengusaha Jakarta menyambut baik dan gembira diberlakukannya PSBB Transisi yang efektif berlaku  mulai 12 Oktober hingga 25 Oktober 2020. Sebagaimana tertuang  dalam Keputusan Gubernur  No. 102 Tahun 2020. Yaitu tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada masa transisi  menuju masyarakat sehat, aman dan produktif. Setidaknya  ekonomi  Jakarta  mulai  bergairah kembali  sekalipun  masih dalam batasan jumlah 50% berbagai sektor usaha jasa. Seperti hotel, restoran, café, rumah makan, pertokoan, mall, pusat perbelanjaan, pasar rakyat, pergudangan, pabrik, pusat wisata/rekreasi, UKM di lokbin dan salon/barbershop dapat beroperasi kembali.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Rasa optimisme pengusaha kembali muncul dengan diberlakukannya kembali PSBB transisi. Tentu dengan harapan agar jangan lagi kembali ke PSBB yang diperketat. Sarman Simanjorang sebagai Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta menyatakan. “Tugas kita bersama untuk selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sehingga    angka penyebaran virus Covid 19 terkendali  dan semakin menurun. Nantinya pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih longgar lagi. Cash flow pengusaha sudah semakin mengkawatirkan. Kewajiban bulanan tidak lagi seimbang   dengan   pemasukan   yang  ada. Jika  PSBB diperketat terlalu berkepanjangan maka tidak tertutup kemungkinan akan banyak pengusaha yang gulung tikar. Angka pengangguran semakin bertambah,” terangnya.

BACA JUGA: Citra PKS Rontok, Demo Perantara Perbaiki Citra

Sarman pun berharap. “Semoga  dengan   PSBB   transisi  ini  menambah semangat pengusaha untuk mampu bertahan dimasa pandemi Covid 19 ini. Sembari kita mendoakan agar  proses  uji coba  vaksin  Covid  19  berjalan  lancar. Sehingga  dapat  segera direalisasikan.  Kita pelaku usaha berharap  agar momentum Natal dan Tahun Baru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya beli/konsumsi rumah tangga. Sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020 ke arah pertumbuhan yang positif. Tentu dengan kebijakan yang sudah longgar dan normal.

BACA JUGA: Gubernur Tolak Omnibus Law, Bisa Dipecat

Sarman juga berharap terhadap Pemerintah. “Kami  juga  berharap  agar  Pemerintah jangan lengah untuk melakukan pengawasan, sosialisasi dan penindakan secara  tegas  termasuk melalukan  sidak  berkala. Bagi  kami  pengusaha, PSBB  transisi ini menjadi pertaruhan agar angka penyebaran Covid 19 tidak  semakin  naik. Namun  semakin  menurun  dan terkendali. Sehingga kita ingin secara pelan dan pasti pemerintah dapat mengambil kebijakan yang  lebih longgar menuju normal. Yang mana berbagai aktivitas ekonomi, bisnis  dan  usaha berjalan normal kembali. Masyarakat sebagai konsumen tidak ragu dan takut menjalankan berbagai aktivitasnya diluar rumah,” pungkasnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: AHY Tolak Omnibus Law Sebelum Baca, Kader Lari ke Megawati?