Anies Hanya Bisa Teori, Gagal Eksekusi

0
317
Foto : Presiden Jokowi dan Gubernur Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur (Wagub) Ahmad Riza Patria diterpa isu tak sedap. Riza Patria dikabarkan sempat menjalani isolasi mandiri karena sudah tiga hari tak masuk kantor. Sementara Anies Baswedan dikabarkan dirawat di rumah sakit. Pada awal September 2020 lalu, Ahmad Riza Patria dikabarkan menjalani isolasi mandiri. Namun, dikabarkan kemudian hoax. Sebab hanya berdasar pesan berantai. Anies Baswedan memimpin rapat dengan sejumlah kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Balai Kota DKI Jakarta pada 2 Oktober 2020. Bukan hal baru bagi Anies Baswedan diterpa isu tak sedap. Kinerjanya pun dikritik pedas. Sebelumnya Politikus PKS Hasbiallah Ilyas mengkritik pada 13 Agustus 2020. Terlebih terhadap kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani pandemi virus Corona atau Covid 19. Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan telah bagus dalam membuat gagasan atau teori. Termasuk tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Namun, implementasi di lapangan bagaikan pribahasa jauh api dari panggang. Kadang – kadang Pemprov DKI pintar kasih ide, tapi implementasi tidak ada. Pemprov DKI lemah dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan. Masih banyak masyarakat yang keluar rumah tanpa menggunakan masker. Yang mematuhi tidak sampai 70 persen. Bahkan menyarankan Gubernur Anies melibatkan pihak kepolisian dan TNI. Tak lain untuk menegakan aturan PSBB. Dia pesimis penegakan aturan berjalan baik kalau hanya Satpol PP yang bergerak. Anies mengatakan pada 11 September 2020. Anies ingin menggarisbawahi. Jangan harap kemudian setelah dua minggu, selesai. Tidak. Tapi kalau kecepatan yang luar biasa tidak ada langkah untuk memperlambat, ya ini akan jalan terus.

BACA JUGA: Erick Thohir Buktikan Kinerja, Ari Askhara Sandang Status Tersangka

Foto : Kritikan Nikita Mirzani untuk Anies

Kritikan tidak hanya datang dari politikus. Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun menuai berbagai reaksi dari warga Jakarta. Satu diantaranya adalah selebriti kontroversial Nikita Mirzani pada 10 September 2020. Tak tanggung – tangung, Nikita Mirzani melayangkan kritik pedas kepada orang nomor satu di DKI Jakarta. Meminta Anies untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Membuka dengan salam, Nikita Mirzani langsung memperkenalkan diri kepada Anies. Aksi dilakukan dengan menandai langsung akun Anies. Sebagai warga Jakarta, Nikita blak-blakan mengaku bahwa Anies bukanlah sosok yang dipilihnya pada 2017 lalu. Lalu mengingatkan Anies untuk memikirkan dampak dan solusi atas keputusan yang dibuatnya. Tanpa ragu, Nikita juga menyampaikan kata-kata pedas atas usaha Anies. Tak lain dalam mencari solusi untuk mengatasi Covid 19. Nikita dan orang – orang kaya diluar sana tidak akan menjadi masalah besar. Tapi bagaimana nasib orang – orang diluar sana yang gajinya saja tiap bulan tidak cukup untuk bayar kontrakan, sekolah anak dan beli makanan serta kuota untuk belajar. Tampak nyeleneh, Nikita menyarankan Anies untuk melakukan sholat tahajud atau istikharah. Agar mendapatkan hidayah. Hal itu tak lain agar Anies kembali mempertimbangkan keputusannya. Demikian pun Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono curiga. Jangan – jangan PSBB Anies untuk menggulingkan Joko Widodo atau Jokowi dari kursi Presiden. Kembali ke PSBB ketat sama saja mau mematikan perekonomian Indonesia. Seperti diketahui, Jokowi dan kabinetnya sudah berupaya sekuat tenaga memperbaiki ekonomi setelah minus 5,32 persen pada kuartal II.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Menteri Kabinet Indonesia Maju

Rencana Anies pun sudah dikritik sejumlah menteri yang duduk di kabinet Indonesia Maju. Adapun para pembantu Presiden Jokowi yang menyentil Anies soal PSBB total adalah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Menilai Anies terlalu terburu – buru. Sehingga menimbulkan gejolak perekonomian di Indonesia. Disampaikan ke semua pada diskusi daring 10 September 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membongkar penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading menurun dan ketidakpastian. Sudah berada dibawah 5000. Dikarenakan pengumuman keputusan PSBB Jakarta yang diperketat lagi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal sebelumnya sudah menampakkan hasil positif. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mencatat. Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan menerapkan kembali PSBB di Jakarta akan mempengaruhi sektor industri manufaktur. Pengaruhnya tidak saja terjadi di Jakarta, tapi juga seluruh industri manufaktur di Indonesia. Menteri Perdagangan, Agus Supramanto meminta kebijakan PSBB total tak memengaruhi arus pendistribusian logistik di Jakarta. Sebab, bila ruang gerak juga dibatasi, maka bisa melumpuhkan perekonomian. Kritikan lainnya juga datang dari Wali Kota Bogor Bima Arya pada 14 September 2020. Dia mengkritik habis kebijakan PSBB Total yang diambil Anies Baswedan salah. Kebijakan Anies yang memutuskan PSBB total di seluruh Jakarta. Yakni sebagai langkah yang belum jelas. PSBB total yang dilakukan Anies sudah dikaji Pemkot Bogor. Hasilnya, PSBB total tidak efektif. Berarti Anies hanya bisa teori, gagal eksekusi. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Istana Rakyat Era Idealisman Dachi Senasib Hambalang Era SBY