Bos Avian, Hermanto Tanoko Sukses Lewat Cinta Bakti ke Papa Soetikno

0
1482
Foto : Hermanto Tanoko menyuapi sang ayah Soetikno Tanoko

Jakarta, NAWACITAPOST – Hermanto Tanoko adalah salah satu pengusaha tersukses di Indonesia. Adalah bos dari perusahaan cat Avian dan beberapa perusahaan besar lainnya. Dia sangat sibuk mengurus pabrik Cat Avian, depo bangunan, hotel dan sebagainya. Termasuk Vasa hotel, pabrik plastik, pabrik Air Cleo, pabrik farmasi, Tanrise properti dan lain sebagainya. Bahkan tahun 2017 saja habis membuka 75 perusahaan baru. Kemudian juga menambah 33 usaha baru. Yang mana mempunyai cita – cita ingin menambah 1 juta lapangan pekerjaan. Terbilang seseorang punya visi jempolan dalam mengembangkan perusahaannya. Meski sibuk sebagai bos, dia ternyata punya cerita yang menginspirasi banyak orang. Setiap hari Hermanto Tanoko masih selalu menyempatkan diri. Datang ke rumah sang ayah Soetikno Tanoko dan diajak bermain Mahyong, permainan khas Tiongkok. Yang mana sang ayah biasa dipanggilnya dengan sebutan papa. Kalau sang ayah sudah mengantuk kemudian digendong dan diantar ke tempat tidur. Dipeluk dan diciumi tak segan dilakukan kepada sang ayah yang telah berusia 90 tahun. Setelah sang ayah tidur baru pulang ke rumahnya. Waktu ulang tahun ke 40 Cat Avian, sang ayah disuapi makan dan memeluknya didepan tamu.  Bahkan di buku biografinya, Hermanto Tanoko menulis doa. Tuhan kurangi umur, berikan pada papa.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Hermanto Tanoko memeluk sang ayah Soetikno Tanoko

Merupakan cinta dan bakti seorang anak kepada orang tua yang luar biasa. Ayahnya sepertinya punya tempat istimewa di hati Hermanto Tanoko. Bagaimana tidak, Soetikno Tanoko adalah perintis pabrik cat yang kini menjadi raksasa. Jikalau Hermanto Tanoko bisa sesukses didalam bisnisnya seperti sekarang sungguh tidak mengherankan. Bahkan patut diacungkan jempol dan ditiru. Ketika seseorang ingin cinta dan berbakti serta hormat dan sayang kepada orang tua, lakukanlah sewaktu masih hidup. Sebutir kacang pun masih ada rasanya. Semeja makanan pun tidak ada artinya lagi kalau sudah mati. Dikatakan Hermanto pada 15 November 2018 di akun sosial media (sosmed)nya. Merasa bersyukur mempunya papa dan mama, sebutan untuk sang ibunda yang luar biasa. Founder Avian yang luar biasa. Semangat sangat tinggi, pekerja keras, tangguh, pantang menyerah, tegas, visioner dan selalu menjunjung tinggi integritas. Sang ayah memulai mimpi dari sebuah toko cat kecil di gang ukuran 1,5 meter pada tahun 1962. Awal yang sangat sederhana dengan mimpi yang luar biasa. Jadilah pabrik cat terbesar di Indonesia. Dalam 4 dekade, Avian terus bertumbuh double digit setiap tahunnya. Mimpi telah menjelma nyata. Mengucapkan pula terima kasih kepada seluruh stake holder. Kini Avian bisa menjadi kebanggaan semua. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Istana Rakyat Era Idealisman Dachi Senasib Hambalang Era SBY