Wamen Surya Tjandra, Anak Pedagang Ayam Potong Pasar Jatinegara

0
435
Foto : Wamen ATRBPN Surya Tjandra

Jakarta, NAWACITAPOST – Dr. Surya Tjandra, SH, LL.M atau disapa Surya kini telah dipercaya Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Wakil Menteri (Wamen) ATRBPN dalam kabinet Indonesia Maju. Surya berhasil menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak puas menamatkan studi S1, Surya pun melanjutkan Studi Pasca Sarjana melalui jalur beasiswa. Dia pun berhasil bergelar doktor ilmu hukum, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Lalu tidak membuatnya puas. Dirinya terus belajar. Lalu meraih gelar Master di School of Law, University of Warwick, Inggris dan gelar doktornya di Universitas Leiden, Belanda. Surya menjadi orang Indonesia pertama yang memberikan kuliah terbuka di Van Vollenhoven Institute, Universitas Leiden. Kendati demikian, kaki Surya tetap menjejak bumi. Dia menyadari, berbagai pengetahuan yang diperolehnya, haruslah bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak. Oleh karenanya dia mengabdi di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Yakni sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menyediakan bantuan hukum bagi rakyat miskin dan terpinggirkan. Sejak 2003, ia aktif mengadvokasi kasus kasus perburuhan. Tak hanya di Indonesia, bahkan sampai ke tingkat internasional. Dia pernah tercatat sebagai Pendiri sekaligus Direktur di Trade Union Rights Centre (TURC). Yang mana adalah sebuah organisasi riset perburuhan di Jakarta, sebelum menjadi bagian dari Dewan Pengawas TURC.

BACA JUGA: Surat Nikah dan Cerai Soekarno – Inggit Dijual

Foto : Wamen ATRBPN Surya Tjandra

Di tingkat internasional, Surya dipercaya sebagai Wakil Presiden International Centre for Trade Union Rights, Inggris. Kemudian juga komisioner International Commission for Labour Rights, sebuah organisasi buruh internasional di New York, Amerika Serikat. Dia juga menjadi sosok penting pada saat pengesahan UU No. 24 tahun 2011 mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Dialah Koordinator Tim Pembela Rakyat untuk Jaminan Sosial dari Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS). Mengawal pengesahan UU (Undang – Undang) terkait. Dalam membela rakyat kecil pernah dilakukannya bersama Munir Said Thalib, pahlawan Hak Azasi Manusia dari Malang, Jawa Timur. Dalam Pemilihan Umum Legislatif Indonesia tahun 2019, dia menjadi salah satu calon legislatif di daerah pemilihan Jawa Timur 5 atau wilayah Malang Raya. Mencakup Kota dan Kabupaten Malang mewakili Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Surya juga berhasil menjadi salah satu dari delapan calon pimpinan KPK periode 2015-2019 yang lolos seleksi awal dan mengikuti tes tahap akhir. Selain itu, dia tak pelit berbagi ilmu. Diwujudkannya dengan menjadi tenaga pengajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ilmu pengetahuan mengamanatkan padanya untuk tetap berpijak di bumi. Membaktikan diri untuk harkat kemuliaan kemanusiaan.

BACA JUGA: Manga, Hadiah Cinta Dewi Naoko Nemoto Teruntuk Soekarno

Foto : Wamen ATRBPN Surya Tjandra

Kehidupan masa kecil membuat Surya tumbuh menjadi pribadi kuat, tangguh dan cemerlang. Bukan berkah cuma – cuma yang turun dari langit. Dedikasi yang kuat pada kehidupan melalui perjuangan yang panjang menghasilkan metamorfose. Kapasitasnya menemukan bentuk orisinal. Tepatnya setelah berpadu dengan kegelisahan batin yang tumbuh puluhan tahun dari sosok Surya kecil. Yaitu sosok yang mencoba memahami kehidupan. Surya adalah seorang yang mengagungkan sosok ibu. Dari ibunya dia belajar manajemen kehidupan dan seni memimpin. Baginya, ibunya merupan sosok perempuan istimewa dan akan selalu istimewa. Ibundanya adalah sosok pekerja keras. Selain bekerja sama dengan ayahnya, ibundanya tidak lupa mendidik putranya. Agar selalu disiplin dan tekun mengejar cita – citanya. Dedikasi Surya sudah tampak sejak awal. Pengalaman tidak bisa mengambil rapot karena belum menyelesaikan administrasi sekolah. Kedua kakaknya yang harus berhenti kuliah karena masalah biaya. Tentu semua tidak membuat Surya patah semangat. Dia tetap semangat belajar. Kondisi sosial ekonomi yang serba terbatas justru menjadi pemicu untuk semakin giat dan semangat belajar. Padahal Surya hanyalah seorang yang terlahir dalam kehidupan yang sederhana. Bahkan bisa dikatakan pas – pasan. Semakin terasa berat karena harus tumbuh bersama dengan 6 saudaranya. Lahir 28 Maret 1971 dari ayah dan ibu yang hanya pedagang ayam potong di pasar Jatinegara, Jakarta. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?