Bandar Narkoba Dituntut 9 Tahun, LAN Berang Lantaran Peredaran Internasional Bakal Semakin Meraja

0
571
Foto : Bandar Narkoba Dituntut 9 Tahun, LAN Berang Lantaran Peredaran Internasional Bakal Semakin Meraja

Pekanbaru, NAWACITAPOST – Penyelewengan dan tindak pidana peredaran gelap narkotika semakin marak di masa pandemi Covid 19. Seolah penjahat narkotika memanfaatkan kesempatan. Yang mana aparat dan masyarakat sibuk menghadapi pandemi Covid 19. Pemberantasan narkoba di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sudah sangat genting. Harus dilaksanakan secara massif dan terstruktur oleh seluruh stakeholder, termasuk pula masyarakat umum. Seperti kejadian tertangkapnya salah satu jaringan Internasional di Bagansiapiapi pada bulan Mei 2020 lalu. Pelaku Andi, seorang pengusaha dok kapal  yang memiliki sabu seberat 1 kilogram. Lantas ditangkap oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) Riau. Pelaku kini telah dituntut oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Lamanya 9 tahun penjara dan denda 1 milyar dengan subsidiair 3 bulan penjara.

BACA JUGA: Gandeng Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menkumham Yasonna Jalankan Rencana Besar

Diputuskan pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru 10 Agustus 2020. Dalam isi tuntutan jaksa Betny Simanungkalit SH dari Kejari Pekanbaru, Majelis Hakim PN yang memeriksa dan mengadili perkara menyatakan. Terdakwa Andi bersalah melakukan tindak pidana. Ttanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1. Tak lain dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. Sebagaimana dalam dakwaan dengan melanggar pasal 112 ayat (2) UU (Undang – Undang) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Selanjutnya barang bukti berupa 1 paket besar yang diduga narkotika jenis sabu – sabu dibalut dengan plastik bening. Kemudian dibungkus dengan plastik asoy warna hitam. 1 unit handphone merk OPPO Reno 2 warna hitam dirampas untuk dimusnahkan.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Namun sayang sepertinya keputusan berbuntut panjang. LAN berang. Lantaran tuntutan 9 tahun diprotes keras oleh Lembaga Anti Narkotika (LAN) Riau. Ketua DPD LAN Riau Sefianus Zai, SH menilai tuntutan JPU terlalu ringan dan sangat melukai hati masyarakat. Masyarakat menginginkan hukuman berat kepada pelaku bandar narkoba yang tidak jera – jera. Menjadikan narkoba sebagai bisnis dan alat mencari keuntungan diatas penderitaan korban – korban narkoba. Sungguh merasakan kecewa atas tuntutan. Semestinya JPU menerapkan tuntutan maksimum tanpa ampun. Bisa dengan tuntutan 20 tahun penjara sesuai rumusan pasal 112 ayat (2) dan pidana denda maksimum. Sehinga menilai tuntutan demikian seolah JPU tidak mengerti langkah yang memberikan efek kerusakan. Yang mana ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba di tengah – tengah masyarakat. Padahal bisa merusak generasi muda nantinya. Terlebih diprediksikan bahwa hakim dapat menvonis dibawah tuntutan. Sehingga hukuman terhadap bandar pemilik 1 kilogram sabu – sabu sangat ringan. Sebagaimana diketahui dalam surat dakwaan jaksa dari Kejari Pekanbaru terdapat di data SIPP PN Pekanbaru.

BACA JUGA: Dana Operasional ICW Didanai Rezim Orde Baru dan Amerika?

Bahwa terdakwa Andi pada 20 Agustus 2020 sekitar pukul 18.00 WIB berada di belakang ruko. Tepatnya yang ada di jalan Sentosa RT 008 RW 002 kelurahan Bagan kota kecamatan Bangko kabupaten Rokan Hilir provinsi Riau. Bisa dikatakan setidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum PN Rokan Hilir. Terdakwa ditahan di rutan (rumah tahanan) Pekanbaru. Sebagian para saksi yang dipanggil lebih dekat ke PN Pekanbaru. Ketimbang tempat kedudukan PN yang di dalam daerahnya tindak pidananya dilakukan. Lalu, memohon kerjasama semua pihak untuk bersama – sama serius memberantas peredaran narkotika di NKRI. Riau menjadi salah satu pintu masuk  dari pemasok Internasional. Diharapkan tidak ada yang main – main. Biarpun memang keputusan masih mengecewakan. Peredaran narkoba Internasional bakal semakin meraja. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Teten Masduki, Anak Petani Sukses Duduk Menteri UKM dan Koperasi