WTP Berturut – Turut, Kinerja Kemensos Bertagline Hadir Tak Perlu Lagi Diragukan

0
241
Foto : WTP Berturut – Turut, Kinerja Kemensos Bertagline Hadir Tak Perlu Lagi Diragukan

Jakarta, NAWACITAPOST – Kementerian Sosial (Kemensos) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Terlebih dalam penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Tak lain atas Laporan Keuangan Kemensos tahun 2019 oleh BPK. Dilakukan serah terima penghargaan WTP pada 24 Juli 2020. Dengan demikian, Kemensos empat kali berturut – turut meraih opini WTP. Sebelumnya, opini WTP dari BPK diraih Kemensos atas laporan keuangan tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019. Pribadi Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara atau disapa Juliari memberikan apresiasi tinggi. Terutama kepada seluruh jajaran Kemensos atas capaian kinerja. Opini WTP terasa sangat penting bagi Kemensos untuk terus meningkatkan jumlah anggarannya. Terlebih untuk belanja bantuan sosial (bansos). Bahkan, di tahun 2020, anggaran Kemensos paling besar anggarannya dari seluruh Kementerian atau Lembaga.

BACA JUGA: Kasus Korupsi Masa Idealisman Dachi Perlu Dituntaskan Sebelum Pilkada

Foto : Mensos Juliari P. Batubara

Sepertinya memang tagline Hadir bisa memberikan pengaruh begitu besar untuk semangat didalam Kemensos. Tagline memiliki makna yang dahsyat. Disampaikan oleh Mensos Juliari pada beberapa waktu lalu kepada Nawacitapost. Tagline dilaunch pada awal tahun. Dirasa memang perlu ada tagline kampanye baru. Ingin menunjukkan sesungguhnya Kemensos kepada rakyat Indonesia. Segala hal yang berhubungan dengan kinerja Kemensos bisa dipahami oleh orang banyak. Oleh karenanya diadakan brandstorming (curah pendapat). Sekian banyak memang awalnya opsi yang didiskusikan. Kata Hadir terkesan soft (lembut). Tidak bersifat instruktif (memerintah), narsistik dan direktif. Hadir kepanjangan dari Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inklusif dan Resposif. Sementara untuk warna tagline yang merah putih adalah lambang bendera Indonesia. Maknanya melambangkan semangat dan keyakinan. Agar memang didalam tubuh Kemensos, kesemua bisa lebih cinta Tanah Air.

BACA JUGA: Jargon Kampanye Idealisman Dachi Dipilih Tak Dipilih Pasti Menang, Melebihi Tuhan?

Foto : WTP Berturut – Turut, Kinerja Kemensos Bertagline Hadir Tak Perlu Lagi Diragukan

Humanis adalah tentunya Kemensos harus bisa memproduksi program kerja yang mengedepankan humanisme. Adaptif adalah meyakini bahwa tidak ada suatu ilmu atau metodologi yang akan bisa terus dipakai selamanya. Tuntutan zaman sekarang, suatu organisasi atau lembaga atau kementerian atau kepemimpinan tidak kaku, harus bisa beradaptif. Harus bisa dinamis sesuai situasional. Kemudian juga harus bisa agile (lincah) dan ulet dalam menjalankan suatu kepemimpinan. Dedikatif sangat diperlukan juga dalam bekerja. Faktor uang atau moneteri adalah hal yang kesekian. Terpenting adalah berdedikasi tinggi dalam pekerjaan. Inklusif adalah lawan eksklusif. Merangkul semua pihak dan stackholder. Tidak boleh membeda – bedakan atau segmentasi tertentu. Termasuk latar belakang seseorang juga harus disamakan. Program Kemensos memang harus bisa bersifat responsif. Harus bisa Hadir di tengah masyarakat. Manfaatnya bisa dirasakan langsung. Demikian dijelaskan oleh Mensos Juliari kepada Nawacitapost. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?