Golongan Kepentingan Lain di Tubuh Kemensos Diduga Sengaja Gagalkan Program Juliari Batubara

0
479
Foto : Mensos Juliari Batubara

Jakarta, NAWACITAPOST – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara (Juliari) bersama jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) terus melanjutkan berbagai program bantuan. Tak lain ditujukan untuk warga miskin di Indonesia. Menargetkan, jumlah anggaran dan keluarga penerima bantuan berkurang seiring menurunnya angka kemiskinan. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi periode kedua. Salah satu tumpuan utama pembangunan manusia adalah peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat. Termasuk kelompok atau populasi marjinal. Hal lainnya termasuk juga dalam penanganan bantuan sosial (bansos) Covid 19. Terlebih dampak Covid 19 benar dirasakan sebagian besar orang. Mengenai bansos Covid 19, ada pernyataan Mensos Juliari yang cukup mencengangkan. Pernyataan Juliari disampaikan usai mengikuti rapat terbatas (ratas). Bertema “Ratas Penyederhanaan Prosedur Bansos Tunai dan BLT Dana Desa” yang dipimpin Presiden Jokowi. Pemerintah telah meluncurkan sejumlah program bansos untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19. Diantaranya bansos dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Mensos Juliari Batubara

Kemudian Presiden Jokowi mengatakan. Para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras, serta tidak terjebak rutinitas yang monoton. Tugasnya adalah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan. Tapi memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan. Juliari Mensos memaparkan proses berjenjang pemutakhiran data untuk mendukung berbagai program di Kemensos. Termasuk progam perlindungan sosial, proses berjenjang yang dimulai dari daerah. Peran pemda (pemerintah daerah ) dalam pemutahiran data kemiskinan diamanatkan dalam UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kemudian juga diamanatkan dalam UU No. 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Mensos menggarisbawahi, dua peraturan memuat peran penting pemda dalam menentukan verifikasi dan validasi (verivali) data kemiskinan. Yang mana nantinya dimasukkan dalam DTKS yang dikelola Kemensos. Proses verifikasi dan validasi data dilakukan melalui daerah. Yaitu dilakukan secara berjenjang melalui aparat desa dan atau keluruhan yang memutuskannya melalui muskel dan atau musdes. Kemudian dilaporkan ke kabupaten dan atau kota dan kemudian ditetapkan oleh Kemensos. Dari data yang kami dapatkan, masih ada 92 kab dan atau kota yang tidak melakukan pemutakhiran data sejak 2015. Dikatakan Mensos Juliari pada 01 Juli 2020.

BACA JUGA: Kontrak Freeport Ditandatangani oleh Soeharto Usai G30SPKI, Ada Apa?

Foto : Mensos Juliari Batubara

Namun, justru ditudingkan Mensos Juliari yang bersalah atas data yang ada di Kemensos. Padahal, mensos Juliari sudah menginstruksikan ke para jajaran stafnya. Sepertinya ada tumpang tindih kepentingan. Terlihat beberapa hari media massa menyorot tajam Menteri Sosial (Mensos) Juliari sebagai menteri yang bakal direshuffle. Lantaran tudingan lambannya penyaluran bantuan sosial (bansos). Demikian seolah menjadikan settingan publikasi Mensos Juliari rendah di mata publik. Seolah buruknya citra kinerja Mensos Juliari. Padahal, Mensos Juliari tidak bekerja sendirian. Ada para jajaran staf didalam tubuh kementerian. Bahkan, hal terkait pun bisa dinilai dengan banyaknya pembelaan dilakukan oleh beberapa menteri lainnya. Disayangkan memang rupanya pengetahuan publik terhadap integritas, kapabilitas, dan genealogi Juliari memang minim. Sehingga dengan mudah menduga kinerjanya buruk dan berspekulasi akan direshuffle. Jajaran Mensos termasuk para penanggung jawab humas (hubungan masyarakat) seakan tidak peduli. Berbagai kinerja yang telah berhasil tidak terlihat diinformasikan dlm website resmi Kemensos. Hal ini bisa dibuktikan selama Mensos menerima jabatan hampir jarang diupdate kegiatan mensos dan jajaran Kemensos. Diduga demikian memang disengaja meluap ke permukaan. Artinya, kemungkinan besar ada golongan kepentingan lain didalam tubuh Kemensos. Sengaja ingin melengserkan Juliari sebagai Mensos. Tak lain dengan perlahan halus menggagalkan program Mensos Juliari. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Lawan Sebut Jokowi Terlibat PKI, Malahan Terungkap Soeharto Dalangnya Rekayasa PKI