Distribusi Bansos Kemensos Sudah Maksimal sesuai Data yang Ada

0
167
Foto : Presiden Jokowi dan Mensos Juliari Batubara

Jakarta, NAWACITAPOST – Pandemi Covid 19 memang memberikan dampak luar biasa untuk masyarakat. Terutama masyarakat yang berpenghasilan harian. Kemudian juga masyarakat yang diputuskan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan dirumahkan secara sepihak. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dibawah Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara (Juliari) bergerak cepat. Juliari telah menginstruksikan jajarannya untuk terus memonitor proses distribusi bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak Covid 19. Juliari ingin memastikan penyaluran bansos tepat sasaran. Khususnya untuk masyarakat miskin dan rentan. Prioritas distribusi bantuan harus berjalan cepat dan tepat. Tentu tetap harus berdasarkan data yang disampaikan oleh daerah. Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) di setiap wilayah juga ditugaskan untuk meninjau langsung proses pendistribusian bantuan sosial (bansos).

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Mensos Juliari Batubara

Bansos mulai disalurkan untuk masyarakat terdampak Covid 19 di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan (Tangsel) dan Bekasi (Jabodetabek). Bansos sembako menjangkau 1,9 juta keluarga dengan nilai Rp 600.000 dengan nilai tiap paket Rp 300.000 yang disalurkan sebulan dua kali. Pendistribusian bansos juga menggandeng PT Pos Indonesia. Didukung oleh personel TNI dan dibantu para Ketua RW dan RT di wilayah setempat. Agar bansos sembako sampai ke keluarga penerima  manfaat. Juliari pun menyarankan kepada masyarakat setiap wilayah. Apabila sudah menerima bansos dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, bansos dari Presiden atau Pemerintah Pusat (Pempus) bisa diberikan ke warga lain yang belum dapat. Kepala BP3S berharap berbagai langkah yang dilakukan oleh Kemensos dapat mempermudah upaya kepala daerah. Terlebih untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19. Juliari bersama jajaran Kemensos serentak mengawal proses distribusi bansos di berbagai titik setiap wilayah. Luar biasa kinerja Juliari. Bahkan, penyerahan bansos pun langsung dilakukan sigap saat hari pertama kerja. Juliari langsung turun lapangan. Melanjutkan pengecekan ke titik distribusi bansos. Kehadirannya merupakan tugas dari Presiden. Semata – mata agar memastikan bansos diterima dengan baik oleh masyarakat terdampak pandemi.

BACA JUGA: Peraturan Dibuat Jerat Rakyat, Untuk Anies Tidak

Foto : Mensos Juliari Batubara

Juliari juga meminta kepada camat dan RT/RW setempat, ditetapkan prioritas penerima bantuan. Juliari juga menyempatkan berbincang dengan penerima bantuan. Tak lupa juga berbincang kepada camat, Lurah, RT dan RW. Didapat keterangan bahwa data penerima didapat dari proses musyawarah di desa dan kelurahan. Prosesnya pun ketat by name by address (BNBA) dan naik ke walikota. Terkait asal bansos, masyarakat setempat menerima bansos baik tunai maupun sembako dari pemprov, pempus maupun dari pemerintah kota (pemkot). Sudah ada pengelolaan yang baik. Aparat pemerintah setempat mengatur sedemikian rupa sehingga bantuan bisa tersalurkan secara merata. Sebelumnya, Mensos Juliari dan jajaran pun bersama Dirut PT Pos, turun langsung dari kampung ke kampung dan ke pelosok daerah. Menyusuri jalur darat, dua hari sebelum Lebaran, Juliari bergerak menuju 4 kota di Jawa Tengah. Yakni Semarang, Surakarta, Ambarawa dan Pekalongan. Lalu pagi hingga menjelang sore H-1 pada 23 Mei 2020 beberapa jam sebelum takbir berkumandang, mengecek proses distribusi bansos. Khususnya yang ada di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Mensos akan terus mengawal dari dekat proses distribusi bansos dari dekat. Semata – mata untuk memastikan bansos sampai ke tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan baik. Sehingga memang masyarakat pun merasakan benar manfaatnya. Benar – benar maksimal pendistribusian bansosnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ganjar dan Khofifah Unggul, Anies Gagal