Ditahan KPK, Irvan Bantah Potong DAK Pendidikan

0
41

Jakarta NAWACITA – Bupati Cianjur Jawa Barat Irvan Rivano Muchtar ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya ia di OTT (operasi tangkap tangan) pada Rabu (12/12) subuh. Namun Irvan menampik bahwa dirinya disebut telah memotong anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Pemkab Cianjur

Usai diperiksa dan ditetapkan sebaai tersangka, mengenakan rompi tahanan KPK waarna orange, Irfan pun digiring menuju mobil tahanan KPK. Sebelum memasuki mobil, di pintu keluar Gedung KPK Irvan yang memang sudah dihadang awak media, melontarkan permohonan maaf, karena telah lalai mengawasi anak buahnya.

“Saya memohon maaf kepada warga masyarakat Kabupaten Cianjur atas kelalaian saya dalam mengawasi aparat pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah melanggar hukum,” ucap Irvan Rivano Muchtar lirih, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12).

“Tentunya saya sebagai kepala daerah ikut bertanggung jawab, dan semoga ke depan ini menjadi pembelajaran untuk kita semua, juga aparat Pemerintahan Kabupaten Cianjur untuk menciptakan pemerintah yang bersih,” sambungnya.

Soal pemotongan anggaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur pada 2018 yang disangkakan kepadanya, Irvan menepis sangkaan tersebut.

“Tidak. Tidak ada sama sekali. Iya, seperti itu,” ucapnya, sebelum menaiki mobil tahanan KPK.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, yang juga tersangka dalam perkara ini, lebih memilih bungkam.

Sementara Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, setelah melewati proses pemeriksaan, dilakukan penahanan selama 20 hari pertama untuk ketiga tersangka.

“CS (Cecep Sobandi), ditahan di Rutan Cab KPK di Kav C-1. ROS (Rosidin) ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” jelas Febri Diansyah.

Bupati Cianjur atau Irva, menurut Febri, bakal ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung KPK Kav K-4.

Sebelumnya, KPK menetapkan Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka pemerasan kepada 140 kepala SMP di Cianjur. Pemerasan itu dilakukan terkait penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur pada 2018.

KPK menduga Irvan telah meminta atau memotong 14,5 persen dari Rp 46,8 miliar DAK tersebut. Bagian khusus untuk adalah 7 persen atau sekira Rp 3,2 miliar.

Dua pejabat di Dinas Pendidikan yang juga dibidik KPK, adalah Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, dan saat ini keduanya juga sebagai tersangka.

Tinggalkan Balasan