Dirjen Lapas Kemenkumham Dorong Dunia Buat Aturan Khusus Bagi Napi Lansia

0
59
Dirjen Lapas Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami.

Jakarta, NAWACITA– Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengampanyekan gerakan “The Jakarta Rules” yaitu standar perlakuan khusus bagi para narapidana yang telah lanjut usia (lansia).

Kemenkumham mulai memikirkan dan mendorong dunia untuk membuat aturan yang berbeda kepada mereka narapidana yang telah rentan dengan usia.

“Di Indonesia kita dihadapkan dengan narapidan lansia yang mencapai 4.408 orang. Mereka saat ini membutuhkan aturan khusus karena kondisi usia sangat rentan sehingga tidak boleh disamakan perlakuanya dengan napi lainya, kata Dirjen Lapas Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami saat pembukaan Seminar Internasional bertajuk Penanganan Narapidana Lanjut Usia yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Rabu, (17/10).

Kegiatan berskala internasional ini dilaksanakan Kemenkumham dengan tujuan menjaring informasi dan pengetahuan dari negara peserta seminar berkenaan dengan kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing negara dalam upaya penanganan narapidana lansia. Menyusun dan merumuskan poin-poin kesepakatan terhadap upaya penanganan narapidana lansia.

“Dari seminar kita ingin melahirkan The Jakarta Statement sebagai momentum untuk mengampanyekan The Jakarta Rules sebagai regulasi peningkatan perlindungan terhadap para narapidana lansia berlandasakan prinsip-prinsip penegakan hak asasi manusia,” tambah Utami.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menyambut baik pelaksanaan Seminar Internasional Penanganan Narapidana Lansia di Jakarta.

Ia mengatakan bahwa berbagai hambatan dan potensi kerentanan yang dialami oleh para narapidana lansia di dalam lapas pada akhirnya berimplikasi terhadap “kesakitan ganda” yang mereka alami selain kesakitan karena hilang kemerdekaan bergerak karena harus menjalani pidana di dalam lapas.

“Semoga hasil dari seminar dapat ditindaklanjuti sebagai pedoman internasional atau sebagai alat analisis yang tepat dan akurat bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan terhadap penanganan narapidana lansia sedunia,” harapnya.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenkumham ini diikuti oleh 160 orang peserta terdiri dari perwakilan delegasi negara sahabat, yakni Jepang, Singapura, Thailand, Korea, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Laos, dan Filipina ini akan memperdengarkan pemaparan serta sharing knowledge tentang konsep perlakuan narapidana dan tahanan lansia di tiap-tiap negara.

Selain negara-negara delegasi, Seminar Internasional juga mengikutsertakan perwakilan dari The Asia Foundation (TAF), International Committee of The Red Cross (ICRC), International Criminal Investigative Training Asistance Program (ICITAP), dan United Nations Office Drugs and Crime (UNODC).

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Kemenkumham)

Tinggalkan Balasan