Di Jambi, Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial

0
23

Jambi NAWACITA – Presiden Joko Widodo meminta para petani harus lebih memperhatikan produk-produk lokal yang berciri khas, agar dapat diproduksi dan dikembangkan untuk diekspor.

Hal tersebut ditegaskan Jokowi saat kunjungannya ke Jambi.

Presiden juga menyampaikan, dirinya memastikan pemerintah akan terus mengawasi produktivitas para petani dalam mengelola lahan mereka.

Pada kunjungan itu, presiden juga menyerahkan SK Perhutanan Sosial kepada ribuan kepala keluarga di Provinsi Jambi.

Pemberian SK Perhutanan Sosial itu, kata Jokowi, merupakan hak rakyat yang tentunya harus diberikan kepada rakyat, dengan syarat, lahan tersebut harus digarap dengan baik, dan hasilnya diolah secara baik, setidaknya menjadi barang setengah jadi.

“Ini adalah hak yang diberikan untuk rakyat, kalau dulu konsesi diberikan yang besar-besar, sekarang yang kecil-kecil diberikan. Udah, masih banyak yang mau dibagi-bagi, yang gede-gede yang nggak digarap sini (berikan ke pemerintah), saya kasih ke rakyat (untuk digarap lahannya),” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya diacara pemberian SK Perhutanan Sosial di Taman Hutan Pinus Kenali, Jambi pada Minggu (16/12)

Presiden menjelaskan, hingga saat ini sudah sekitar 2 juta lahan yang diberikan, dan masih ada sekitar 2 juta lahan yang harus diberikan ke petani sebagai lahan olahan untuk menghasilkan banyak komoditas lokal.

Disampaikan pula, pemerintah dipastikan akan terus mengawasi produktivitas para petani dalam mengelola lahan mereka.

“Sudah diberikan tapi tidak digarap, janjian, tak cabut, yang gede tidak digarap saya cabut, yang kecil nggak digarap saya cabut, setuju gak? Setuju, ini lahannya masih banyak, 91 ribu hektar itu gede banget, gede sekali. Itu baru tahapan pertama, dan nanti ada tahapan kedua, ketiga, agar rakyat betul-betul memiliki lahan untuk berproduksi. Silakan, yang sudah dapat mau ditanami apa saja, kopi silakan,” tutur Presiden.

Pada penyerahan SK tersebut, petani perkebunan yang dapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi mengungkapkan beberapa hal, diantaranya, meminta agar tidak ada lagi pembiaran terhadap pembalakan liar dan illegal logging.

Seperti diungkapkan salah seorang petani, Zulkifli, yang menyampaikan kepada Presiden, bahwa dirinya sudah memberikan informasi kepada Menteri LHK Siti Nurbaya hingga ke Kapolda dan Kapolri.

“Saya minta pembalak liar, cukong yang merajalela, nggak ada pembiaran. Berapa kali saya WA ibu menteri, karena saya punya WA (Whatsapp) ibu menteri,” ujar Zulkifli.

Jokowi pun menyambut positif inisiatif tersebut.

“Ini bagus, bisa langsung WA Ibu Menteri,”

Jokowi pun menyerahkan masalah keluhan tersebut kepada Kapolda terkait agar tidak ada lagi illegal logging di Jambi, yang secara perlahan-lahan harus dienyahkan.

“Saya titip Pak Kapolda, tolong ditertibkan! Tidak ada pembiaran! ” Ujar Presiden.

Sekedar diketahui, khusus untuk provinsi Jambi, pemerintah membagikan sekitar 91 ribu Ha SK Perhutanan Sosial untuk sekitar 8 ribu Kepala Keluarga. Secara keseluruhan, Presiden menuturkan sudah banyak yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, namun tidak semuanya terkespose.

SK Perhutanan Sosial diberikan kepada masyarakat yang berusaha di bidang perkebunan. Presiden Jokowi berharap, denhan SK ini, hasil perkebunan sudah dapat dijual dalam bentuk setengah jadi atau barang jadi, sehingga keuntungan yang diraih akan jauh lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan