Dari Pertemuan Internasional di Mesir, Indonesia Raih “the Gold Award”

0
34
Delegasi RI menerima penghargaan Gold Award pada gelaran Clearing House Mechanism (CHM) Award Ceremony di Mesir. (Foto: Republika)

 

Jakarta, NAWACITA– Pemerintah Indonesia mendapatkan penghargaan CHM Award Ceremony dalam kegiatan “The 2018 United Nation Biodiversity Conference” atau  sidang COP 14 CBD yang berlangsung di Sharm El Sheikh, Mesir.

Apresiasi ini diberikan kepada Indonesia dari sisi penilaian penilaian “Clearing House Mechanism” (CHM) Award dalam kategori “New National Clearing House Mechanism”. Indonesia dianugerahi “the Gold Award”.

Menteri Lingkungan Hidup Mesir sebagai President COP 14 mendampingi CBD Executive Secretary Cristiana Pasca Palmer saat menyerahkan penghargaan ini kepada perwakilan delegasi RI yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Gold Award” merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Sekretariat UNCBD yang bertujuan memberikan pengakuan secara formal kepada negara anggota yang telah membuat perkembangan sangat nyata dalam pembangunan ataupun pengembangan CHM-nya.

CHM Nasional harus menyediakan layanan informasi khusus untuk memfasilitasi pelaksanaan NBSAP di tingkat nasional.

Penghargaan ini disampaikan oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ir Wiratno, MSc, kepada media di Jakarta, Rabu, (29/11).

Wiratno mengatakan, Indonesia telah meratifikasi Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (United Nation on  Convention on Biological Diversity/UNCBD) dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan UNCBD.

Para pihak dalam konvensi bersepakat merumuskan target pengelolaan keanekaragaman hayati di dunia sebagai acuan bersama yang dikenal sebagai “Aichi Biodiversity Targets”.

Setiap negara yang berpartisipasi dalam CBD kemudian membuat suatu Rencana Strategi dan Aksi Pengelolaan Kehati atau yang dikenal sebagai IBSAP (Indonesian Biodiversity Startegic and Action Plan/IBSAP 2015-2020) di Indonesia, sesuai dengan kapabilitas masing-masing negara sebagai pengejawantahan target-target Aichi.

CMH atau mekanisme balai kliring pun dibangun sebagai media untuk melaporkan dan menunjukkan kemajuan pencapaian target-target pengelolaan keanekaragaman Hayati di tiap negara.

Menurut Wiratno, Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Indonesia (BKKHI) merupakan mekanisme berbasis webportal yang terutama digunakan sebagai alat untuk memantau dan melaporkan kemajuan pencapaian implementasi Target Nasional maupun Target Aichi dan sebagai media pertukaran informasi mengenai pengelolaan kehati Indonesia.

BKKHI dapat diakses melalui alamat http://balaikliringkehati.menlhk.go.id

 

(Red: Restu, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan