Selasa, 2 Juni 2026

Wabup Blitar Membuka Rapat Audit Kasus Stunting, Targetkan Stunting Turun 8.6 Persen

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Rabu, 16 November 2022 | 16:49 WIB
Wabup Blitar Membuka Rapat Audit Kasus Stunting, Targetkan Stunting Turun 8.6 Persen
Wabup Blitar Membuka Rapat Audit Kasus Stunting, Targetkan Stunting Turun 8.6 Persen

Blitar, NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPKBP3A ) mengelar acara Audit Kasus Stunting I Percepatan Penurunan Stunting Dinas PPKBP3A Kabupaten Blitar Tahun 2022 yang dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmad Santoso, bertempat di hall Kampung Coklat, Rabu 16/11/2022.

BACA JUGA : Akhir Tahun 2022, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Minta Dinas Perkim Penuhi Target

-


Wabup Blitar Membuka Rapat Audit Kasus Stunting, Targetkan Stunting Turun 8.6 PersenDalam sambutannya Wabup Blitar Rahmad Santoso mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Percepatan Penurunan Stunting menjadi prioritas pembangunan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Angka prevalensi stunting secara nasional ditargetkan dapat turun menjadi 14% pada Tahun 2024. Di Kabupaten Blitar, prevalensi stunting saat ini mencapai angka 14,5 % dan ditargetkan turun menjadi 8,6% pada Tahun 2024

Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting telah di tetapkan 5 strategi nasional dalam percepatan penurunan stunting.

Kelima strategi dimaksud adalah;
1. Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.
2. Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat;
3. Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.
4. Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat;
5.Serta penguatan dan pengembangan sistem,data, informasi, riset, dan inovasi

Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo bahwa pendekatan pencegahan lahirnya balita stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.

“Agar siklus terjadinya stunting dapat dicegah, perlu ada formulasi kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada, satu diantaranya ialah audit kasus stunting," tambahnya.

Harapannya, dengan audit kasus stunting yang notabene prioritas pada rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting, bisa dilakukan secara berkesinambungan.

“Sehingga intervensi atau pencegahan dapat segera dilakukan agar kasus tidak semakin memburuk atau penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa tidak berulang di satu wilayah," tutupnya.

Penulis : Frins Maurins

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini