Kamis, 4 Juni 2026

Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Orang Tua Tidak Segan Konsultasi Medis

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Senin, 31 Oktober 2022 | 16:31 WIB
Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Orang Tua Tidak Segan Konsultasi Medis
Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Orang Tua Tidak Segan Konsultasi Medis

Blitar,NAWACITAPOST.COM - Kasus gagal ginjal misterius pada anak juga muncul di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Belakangan penyebabnya diduga dari obat-obatan berbentuk sirup, sehingga orang tua disarankan berkonsultasi ke paramedis dalam memberikan obat pada anaknya ketika sakit.

BACA JUGA : Bupati Blitar Sambangi Desa Jatitengah Dan Selopuro, Program OVOP Tingkatkan Perekonomian Desa

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr. Christine indrawati, ada 4 anak Kabupaten Blitar yang terkena gagal ginjal misterius ini. Dari 4 anak tersebut, 1 anak telah meninggal dunia, lalu dua diantaranya sudah boleh dirawat di luar rumah sakit, dan 1 lagi masih menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.

“Sekarang tinggal satu warga kita yang ngekos di Malang, karena seminggu harus 2 kali cuci darah, tentu itu biaya yang besar. Maka itu kami masih mengupayakan anak yang menjalani pengobatan di Malang ini untuk pindah ke Blitar cuci darahnya di RSUD Wlingi. Kan kasihan juga anak sama ibunya tinggal terus di Malang yang biayanya jadi tinggi,” ungkap Christine, Senin (31/10/2022).

Obat sirup yang mengandung bahan kimia etilen glikol (EG) yang diduga besar menjadi penyebab gagal ginjal akut anak telah ditarik pemerintah dari peredaran pasar. Seperti dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu juga merazia obat sirup yang ada di apotik-apotik.

Menurut Christine, kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan daftar obat sirup yang aman dan dilarang untuk dikonsumsi. Termasuk di wilayah Kabupaten Blitar, di beberapa apotek akan mulai bermunculan lagi obat sirup anak sesuai daftar aman yang dikeluarkan pemerintah.

“Jadi ada 180 item obat yang dinyatakan aman dan ada 5 yang dilarang oleh Kemenkes. Itu sudah kita informasikan ke apotek-apotek dan semua rumah sakit untuk mengizinkan menjual lagi obat yang aman. Kecuali 5 obat sirup yang tidak aman tadi kita tetap larang untuk menjualnya,” terangnya.

Meski demikian, dia meminta agar orang tua juga waspada memberikan obat pada anaknya yang sakit. Akan lebih baik orang tua berkonsultasi kepada medis yang ada di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, atau dokter.

“Pertama, kalau anak atau keluarga sakit jangan mudah membeli obat sendiri, tapi konsultasi lah kepada tenaga kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit maupun ke dokter. Kedua masalah gagal ginjal ini bukan karena obat saja tapi pola hidup seperti cukup minum air putih 2 liter sehari, dan makan gizi seimbang. Lalu carilah sumber informasi terpercaya seperti dari Kemenkes dalam mencari informasi kesehatan,” imbaunya.

Penulis: Frins Maurins

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini