Kab. Bandung, NAWACITAPOST.COM - Menjadi seorang Pemimpin adalah suatu pilihan yang dihadapkan pada seseorang. Untuk menjadi seorang pemimpin di Era Globalisasi 4.0 dibutuhkan adanya perubahan yang lebih baik dan siap untuk keluar dari Zona Nyaman. Perubahan tersebut nantinya bisa dirasakan oleh khalayak ramai serta diperlukan dalam meningkatkan produktivitas kerja. Perubahan yang diusung tidak harus berbentuk digitalisasi, tetapi perubahan yang dibangun harus memiliki nilai nilai manfaat yang sangat tinggi bagi penggunanya.
Baca Juga : Kanwil Kemenkumham Jabar Musnahkan 48.432 Berkas di Kanim Tasikmalaya
Hal tersebut yang mendasari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkumham R.I Asep Kurnia yang juga sebagai Penguji untuk melihat langsung di lapangan Proyek Perubahan yang diusung oleh Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandung Aramichi Renggalih pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan IV. Proyek Perubahan Aramichi menitikberatkan pada Proteksi Dry Pipe System dalam peningkatan Pengamanan dan Penyelamatan. Hal ini menjadi penting bagi lingkungan Lapas mengingat, efek yang ditimbulkan apabila terjadi kebakaran didalam lapas sangatlah beresiko tinggi.
-
Aramichi menjelaskan Proyek Perubahan yang diusung yaitu Dry Pipe System atau Hydrant Pipa Kering adalah penggalan atau pemangkasan dari Hydrant System dimana dalam prakteknya sistem ini menyatukan Standard Operational Procedure (SOP) Pemadam Kebakaran dan SOP Lembaga Pemasyarakatan yang dioperasikan atau dijalankan oleh tim yang dibentuk di dalam Lapas. Hal ini sangat diharapkan dapat membantu mempermudah kerja dan kinerja jajaran pengamanan di Lapas.
Sudah barang tentu, keterlibatan Stakeholder dalam hal ini Tenaga Pemadam Kebakaran Kab. Bandung sebagai mitra kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung sangatlah tinggi, mengingat Tenaga Pengamanan di Lapas harus dibekali dengan skill dan knowledge yang mumpuni dalam menghadapi situasi minor yaitu terjadinya Bahaya Kebakaran di dalam Lapas.
-
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkumham R.I Asep Kurnia didampingi Kepala Bagian Program dan Humas Toni Sugiarto, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandung Faozul, dan Perwakilan Jajaran Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung menyampaikan Perubahan tidak harus berupa aplikasi, tetapi memberikan manfaat yang besar bagi penggunannya. Pemantauan Aksi Perubahan yang dilakukan peserta Diklat Pimpinan Pengawas merupakan konsern kami di BPSDM Kemenkumham R.I.
Lebih lanjut Asep Kurnia menyampaikan "Proyek Perubahan ini menjadi menarik karena ini menyatukan 2 (dua) SOP Pemadam Kebakaran dan SOP Lembaga Pemasyarakatan. Saya akan mendorong Aksi Perubahan ini ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk diterapkan di Satuan Kerja masing-masing. Saya sangat mengapresiasi Aksi Perubahan yang diusung Aramichi, hal ini bisa menjadi Pilot Project/Role Model bagi Satuan Kerja di seluruh Indonesia dalam menangani Pengamanan dan Bahaya Kebakaran. Ini merupakan suatu bentuk sinergitas yang baik antar lembaga dan saya berharap hal seperti ini dapat terus ditingkatkan". tutup Asep.
-