Nawacitapost.com

Banjarmasin, NAWACITAPOST.COM – Dalam rangka meningkatkan potensi budaya serta peluang ekonomis kekayaan intelektual di Kalimantan Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan (Kanwil Kemenkumham Kalsel) menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Peta Potensi Ekonomi KI Komunal dan Sosialisasi Penerapan Aplikasi Si Diyank Kalsel dengan instansi terkait pada hari Rabu, (10/08).

Baca Juga: Ikuti Turnamen Menembak Menkumham Cup 2022, Kanwil Kemenkumham Kalsel Kembali Sabet Juara Kedua

Bertempat di Eva Hotel Banjarmasin, kegiatan diawali oleh pengantar oleh Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Riswandi. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi. Lilik menyampaikan, “Kekayaan Intelektual Komunal merupakan hasil kreativitas intelektual masyarakat adat yang kepemilikannya bersifat komunal (bersama),” ujarnya.

Usai sambutan dari Kepala Kantor Wilayah, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Riswandi dan dilanjutkan dengan pemetaan potensi Kekayaan Intelektual Kalimantan Selatan melalui diskusi dan pendapat dari seluruh peserta.

Nawacitapost.com

“Kami telah membangun aplikasi yang akan mendeteksi Kekayaan Intelektual Komunal dan ini dapat memberikan kemanfaatan berupa perlindungan hukum terhadap pelanggaran Kekayaan Intelektual yang beredar di masyarakat, dan ini akan disosialisasikan juga pada kesempatan ini”, ujar Riswandi.

Si Diyank adalah salah satu aplikasi Pencatatan Kekayaan intelektual Komunal yang digagas oleh Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Eka Shanty Maulina yang bertujuan untuk mempermudah para stake holder maupun pegiat seni dan budaya untuk dapat menginventarisir hasil Kekayaan Intelektualnya. Aplikasi Si Diyank merupakan akronim dari Aplikasi Data Inventarisasi Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal Kalimantan Selatan.

Sebagai pelopor Si Diyank, Eka Shanty Maulina menyampaikan tentang pengenalan aplikasi Si Diyank mulai dari kebutuhan perangkat, pengenalan beranda aplikasi, cara login, cara pendaftaran, pengajuan KIK, input data, monitoring serta pengelolaan tanda terima dan surat pencatatan KIK.

Baca juga :  Petugas Rutan Jeneponto Gagalkan Kristal Bening Diduga Sabu

Dengan adanya pengenalan aplikasi Si Diyank Kalsel mendapatkan animo dan dukungan positif dari berbagai peserta kegiatan. Para stake holder sangat terbantu dalam proses pengajuan Kekayaan Intelektual Komunal di Daerah. Dengan adanya sosialisasi ini pengajuan dilakukan secara digital, cepat, dan efiisien. Pendaftar dapat melihat setiap proses mulai dari pengajuan sampai dengan proses pencatatan dan penerbitan sertifikat.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Ngatirah menjelaskan bahwa selama ini pengajuan Kekayaan Intelektual di Kalsel memiliki permasalahan di bagian penelitian, karena di tahap penelitian ini, benar-benar membutuhkan keseriusan dan dana yang tidak sedikit serta membutuhkan dukungan dari para pemerintah daerah. Adapun KIK yang berhasil dicatatkan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual adalah cabai hiung, yang mana saat ini cabai hiung memiliki nilai ekonomis yang meningkat dan telah merambah pasar ekspor.

Ngatirah berharap, “dengan adanya Si Diyank Kalsel dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan memberikan perlindungan Kekayaan Intelektual di Daerah”, tutupnya.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah, Lilik Sujandi, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Ngatirah, Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Riswandi, Kepala Sub Bidang Pelayanan KI, Eka Shanty Maulina, JFU Bidang Pelayanan KI, serta 20 orang peserta dari instansi Pemerintah Daerah, Pegiat Seni, UPTD Museum Lambung Mangkurat, dan UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel.