www.nawacitapost.com
Satuan Narkoba Polres Karawang saat menunjukkan barang bukti miras oplosan yang membuat delapan orang tewas

Karawang, NAWACITAPOST.COM – Delapan orang warga Karawang tewas usai pesta minuman keras atau miras oplosan bernama ‘Zimbel’ atau ‘Bigbos’. Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Edi Nurdin mengatakan dalam hal ini jajaran Satuan Narkoba Polres Karawang langsung menangkap tiga pelaku, baik itu peracik dan penjual miras oplosan tersebut.

“Jadi kami berhasil tangkap tiga pelaku pembuat dan penjual miras oplosan yang dinamai Zimbel atau Bigbos,” ungkapnya Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Edi Nurdin di Mapolres Karawang, Jumat (24/6/2022) sore.

Selain itu ,kata Edi dari tiga pelaku yang ditangkap yakni insial Y (25), D (27) dan R (30). Adapun perannya, R sebagai peracik miras oplosan, sedangkan D dan Y yang menjualnya.

“Pelaku ditangkap di rumah kontrakan di wilayah Karawang Timur. Setelah kami gerak cepat melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP, pemeriksaan saksi hingga korban yang masih dirawat,” ujarnya.

Menurut AKP Edi, adapun barang bukti yang diamankan puluhan botol yang sudah siap dijual. Lalu, alkohol 100 persen, sitrum, pengawi, gula pasir hingga milky pemanis.

“Jadi semua itu diracik dicampur air galon, lalu dimasukkan ke dalam botol-botol,” singkatnya.

Masih kata AKP Edi, miras oplosan itu dijual seharga Rp 25 ribu. Para pelaku menjualnya ke sejumlah warga dari mulut ke mulut, artinya pembeli datang ke lokasi kontrakannya. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku ini telah menjalankan usahanya ini selama kurang lebih 2 minggu hingga satu bulan.

“Penjualannya juga pembeli datang sendiri karena awal pemasarannya dari mulut ke mulut,” imbuhnya.

Adapun para pelaku ini dijerat pasal 62 ayat 1 atau ayat 3 junto pasal 8 undang-undang nomor 8 tahun 199 tentang perlindungan konsumen, ancamannya 5 tahun penjara dan denda 2 miliar.

Baca juga :  Menko PMK: Penyaluran Bansos di Lampung Tengah Berjalan Baik

Pelaku dijerat pasal 204 ayat 1 dan 2 KUHPidana, tentang menjual barang yang membahayakan orang hingga mengakibatkan meninggal dunia, hukumannya 15 tahun penjara sampai hukuman 20 tahun atau seumur hidup.

‘Adapun identitas warga yang tewas itu inisial WA (28) warga Klari, S (31) warga Palumbonsari, R (22) dan A (40) warga Palawad. Kemudian R (24), D (18), T (17) dan K (18) warga Rawamerta.” Singkat.

Nurjaya Bachtiar