Nawacitapost.com

Tenggarong, NAWACITAPOST.COM – Momen Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah, jadi berkah bagi para terpidana. Sebanyak 815 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong diusulkan mendapat remisi khusus (RK).

Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong Agus Dwirijanto mengatakan, mekanisme proses usulan dilakukan melalui sistem database pemasyarakatan (SDP) yang terintegrasi langsung dengan sistem di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Dengan sistem SDP ini secara otomatis akan terbaca WBP yang telah memenuhi syarat subtantif dan administratif untuk diusulkan mendapat remisi,” ujar Agus Dwirijanto.

Penggunaan aplikasi ini menurutnya telah berjalan beberapa tahun terakhir dan selalu dilakukan pembenahan-pembenahan di dalam fitur aplikasinya.

“Selain itu, dengan penggunaan aplikasi ini sangat membantu dalam proses usulan, juga dapat mencegah terjadinya praktek pungutan liar (pungli) atau praktek di luar prosedur yang berlaku,” imbuhnya.

Agus Dwirijanto juga menegaskan, seluruh proses layanan pemasyarakatan di Lapas Kelas II A Tenggarong termasuk layanan remisi tidak dipungut biaya alias gratis.

“Remisi itu adalah hak bagi setiap WBP yang telah memenuhi syarat dan kami berkomitmen memberikan layanan yang sesuai standar aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Pada proses usulan remisi Idulfitri di 2022 ada yang berbeda dari tahun lalu. Ada peran wali pemasyarakatan (walipas) dalam memberikan penilaian dan rekomendasi apakah WBP layak atau tidak untuk diusulkan remisi melalui mekanisme sistem penilaian pembinaan narapidana (SPPN).

“Di dalam SPPN itu tercantum tahapan pembinaan dan program pembinaan yang diikuti WBP,” ungkap Agus Dwirijanto.

Dari seluruh total usulan remisi khusus tersebut terdapat dua WBP yang diusulkan RK II artinya mendapatkan remisi dan langsung bebas. Namun, WBP tersebut harus menjalani pidana kurungan karena tidak bisa membayar pidana denda atau subsider sesuai putusan peradilan.

Baca juga :  Forkopimda Jatim Harapkan Pentahelix dapat Bersinergi Wujudkan Herd Immunity di Jatim

Adapun sisanya diusulkan RK I, yaitu mendapatkan remisi tapi tidak langsung bebas. Disinggung kunjungan narapidana oleh keluarga, Agus Dwirijanto juga menyampaikan tahun ini berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-478.PK.08.05 Tahun 2022 tanggal 1 April 2022, untuk layanan kunjungan hanya bisa dilakukan secara virtual.