nawacitapost.com
nawacitapost.com

Karimata, NAWACITAPOST.COM – Setiap tahun tepat tanggal 4 bulan April, masyarakat Desa Padang di Kepulauan “surga” Karimata menggelar ritual untuk menjaga kelestarian alam sekaligus tanda syukur kepada Sang Pencipta. Semah Laut, begitu ritual tolak bala itu dikenal, dilakukan dengan memberi persembahan kepada “penunggu laut” yang dipercaya bisa menolak marabahaya, memberi keselamatan saat melaut dan dapat memberi keberkahan bagi masyarakat yang profesi utamanya adalah nelayan.

nawacitapost.com
nawacitapost.com

Tahun ini sedikit berbeda, ritual Semah Laut diundur pelaksanaannya menjadi tanggal 20 Mei 2022. Menggunakan perantara replika kapal yang disebut “Ajung” dan replika rumah yang disebut “Balai” yang dirapalkan mantra (doa) dan diisi panganan 7 warna. Ajung yang mewakili unsur dari lautan akan dilarung ke laut, sedangkan balai yang mewakili unsur daratan (kampung) diletakkan di sebuah tempat yang dianggap keramat setelah sebelumnya diarak mengelilingi pulau Desa Padang. Ritual Semah Laut tahun ini digelar sebagai rangkaian ruwatan nusantara dalam rangka ruwatan bumi yang akan digelar oleh Kemdikbudristek pada 13 September 2022 di Kawasan Borobudur.

“Melalui ritual semah laut, salah satu ritual tolak bala yang dilakukan masyarakat Kepulauan Karimata, kita dapat melihat aksi nyata kerja bersama masyarakat untuk memulihkan bumi dari marabahaya. Hal ini sejalan dengan tema G20 “Recover Together, Recover Stronger”, jelas Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi.

Lebih lanjut Sjamsul Hadi menyampaikan dukungannya kepada Bupati Kayong Utara Citra Duani atas pelaksanaan rutin ritual Semah Laut. “Ini tradisi budaya masyarakat kami yang sudah ada sejak moyang buyut. Ini cara masyarakat menjaga laut mereka agar mendapatkan keberkahan dan rejeki yang melimpah,” tutur Citra Duani.

Baca juga :  Kemkominfo Selidiki Aplikasi Azan Dan Shalat Yang Curi Data Pribadi