Kamis, 4 Juni 2026

Sawahlunto Dikembangkan Jadi Pusat Budidaya Madu di Sumatera Barat

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Selasa, 5 April 2022 | 13:23 WIB

Padang, NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan mengucurkan dana kurang lebih Rp20 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto guna mendukung pembangunan di kota arang tersebut.

Dukungan anggaran nantinya akan dialirkan ke berbagai sektor diantaranya, sebesar Rp350 juta untuk sektor pendidikan, Rp860 juta untuk kesehatan, Rp5,6 miliar untuk kehutanan, Rp4 miliar untuk peternakan, Rp3,2 miliar untuk pemeliharan infrastruktur jalan, Rp1,75 miliar untuk sektor perumahan dan permukiman, Rp2,5 miliar untuk sektor perkebunan, dan Rp600 juta untuk sektor pariwisata, juga tambahan Rp357 juta dari Balai Perumahan dan Permukiman.

"Totalnya 19 Miliar 250 juta 457 ribu," kata Gubernur Mahyeldi (4/4/) saat safari ramadhan di Masjid An-Nur, Dusun Kayu Gadang, Desa Santua, Kec. Barangin, Sawahlunto.

Spesial bagi sektor kehutanan mendapatkan porsi anggaran terbesar yakni, 5,6 milyar dikarenakan, Sawahlunto akan dikembangkan menjadi pusat budidaya madu Sumatera Barat.

"Kita memang fokus kehutanan karena memang sawahlunto itu di tengah hutan. Jadi sangat diharapkan, masyarakat bisa mengembangkan ekonominya tanpa merusak hutan," .

Mahyeldi mengatakan, mengenai dukungan anggaran adalah merupakan respons langsung terhadap permohonan bantuan Pemprov Sumbar yang diungkapkan oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta.

Deri Asta mengharapkan dukungan seluruh pihak karna memang sangat dibutuhkan bagi kelanjutan pembangunan Sawahlunto.

"Kita berharap dukungan Provinsi terhadap pembangunan-pembangunan di Sawahlunto, di tengah Covid ini, dengan anggaran terbatas, butuh bantuan semua pihak," ujarnya.

Deri Asta menyampaikan, meski di tengah keterbatasan anggaran, Pemko Sawahlunto dianggap berhasil menjalankan program-program pembangunan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 Sawahlunto ditetapkan sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terkecil se-Indonesia.

"Jaminan kesehatan tetap kita lakukan. Memang sangat membebani APBD, tapi kita tetap membayarkan premi untuk warga yang belum memiliki BPJS. Berkat bantuan pemprov jika dulu 40% (warga terdaftar di BPJS), sekarang 97% warga sudah dicover, "katanya.

Erwandi

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini