Mentawai, NAWACITAPOST.COM – Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Wakil Bupati Kortanius Sabeleake menyerahkan Koraibi atau sejenis tameng yang berbahan dasar kayu kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat dalam malam purna bakti atau pelepasan masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai di hotel Bujai, Kilometer 7, Sipora Jaya, Senin, (7/3), malam.

Baca Juga : Polda dan BKSDA Sumbar Tangkap tangan Penyimpan Satwa Dilindungi

Koraibi atau tameng perisai sendiri terbuat dari kayu dengan panjang maksimal 1 meter dan lebar 30 sentimeter. Alat tradisional Mentawai ini dahulunya dipergunakan sebagai perisai untuk menangkis serangan panah atau tombak serta parang dari serangan musuh. Orang Mentawai menggunakan Koraibi untuk menjaga diri, baik musuh yang berhadapan langsung maupun tidak langsung.

Bentuk Koraibi sendiri menyerupai kepala buaya atau setengah badan buaya. Kemudian, pada bagian dalam ada gagang khusus yang diluarnya ditutup dengan batok kelapa. Biasanya, Koraibi dihiasi dengan ukiran dan juga warna khas kayu, atau didominasi warna merah, hitam dan putih, sehingga tampak gagah.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, bahwa, selain memiliki keindahan alam, Mentawai juga kaya akan peralatan tradisional seperti halnya orang Minangkabau. Menurut dia, Koraibi layak diberikan kepada bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah sedia meluangkan waktunya untuk datang ke Mentawai.

“Terimakasih pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur atas kehadirannya ke Mentawai. Mewakili masyarakat Mentawai, kami sangat bangga dan senang, atas kehadiran bapak di Mentawai, meski harus menyeberangi laut dengan waktu 3,5 jam,” ungkapnya.
Begitu juga kepada seluruh Bupati dan Walikota yang hadir, dia juga menyampaikan ucapan terimakasihnya. Menurut dia, dengan kegiatan rakor ini, Mentawai bisa dikunjungi oleh Kepala daerah di Sumatera Barat. Ini, kata dia, merupakan apresiasi yang tidak terhingga selama ini bagi Mentawai.

Baca juga :  Kaos Anies For Presiden, Diduga Bisa Menyeret Gubernur Jakarta ke Penjara?

“Barangkali, semenjak Mentawai menjadi otonom, baru kali Mentawai dikunjungi oleh Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat secara beramai-ramai. Inilah kondisi Mentawai. Mentawai sangat luas. Butuh biaya besar untuk membangunnya,” ungkapnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansarullah mengatakan, perkembangan daerah Kepulauan Mentawai sangat signifikan. Kunjungan pada tahun 2008 ke Tuapejat sangat berbeda jauh dengan kondisi Mentawai yang ada sekarang ini. Ini adalah pencapaian pembangunan yang luar biasa.

“Tahun 2008 saya pernah ke Tuapejat bersama bapak Gubernur Gamawan Fauzi. Kondisi itu, sangat kontras dengan kondisi Mentawai saat ini. Saat ini, pembangunan daerah Kepulauan sangat luar biasa. Tidak berlebihan, jika Bupati Kepulauan Mentawai ini diapresiasi sebagai Bupati Pembangunan. Ini bukti nyata dan kerja yang ikhlas dari seorang kepala daerah,” pungkasnya.

(Mesra)

YouTube player