Labuan Bajo, NAWACITAPOST.COM – Pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan Vaksin Covid-19 dosis ketiga atau Vaksin Booster untuk masyarakat Indonesia yang memenuhi syarat. Penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Vaksin Booster memberikan banyak manfaat di tengah serbuan Covid-19 varian Omicron. Dengan melihat peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia, khususnya Manggarai Barat, Kantor Imigrasi Kelas III TPI Labuan Bajo dibawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT yang dikepalai oleh Marciana Dominika Jone, menerima Vaksinasi Booster pada hari Kamis dan Jumat, 24-25 Februari 2022.

Mengutip dari tema yang diangkat dalam pelaksanaan Vaksin Booster dari Kepolisian Resor Manggarai Barat, yaitu Transformasi Polri yang presisi mendukung percepatan penanganan Covid-19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju, Polres Manggarai Barat menggelar pelaksanaan Vaksinasi Dosis Pertama, Kedua dan Ketiga untuk masyarakat umum.

Vaksin Booster bertujuan untuk memberikan tambahan efek proteksi usai hasil studi yang menunjukan bahwa selama masa 3-6 bulan pasca menerima Vaksin primer (dosis pertama dan kedua), proteksi yang didapatkan sudah menurun, serta merupakan salah satu langkah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Manggarai Barat.

Di Manggarai Barat, masih terdapat masyarakat yang belum menerima Vaksin dosis pertama dan kedua, berdasarkan hal itu, Polres Manggarai Barat menyertakan Vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga dalam satu pelaksaan Vaksinasi sehingga dapat memudahkan masyarakat sekitar untuk menerima Vaksin sesuai dengan kebutuhan mereka.

Capaian Vaksinasi pegawai Kantor Imigrasi Labuan Bajo per Jumat (25/02) sebanyak 27 orang atau 100% dari total keseluruhan pegawai yang telah menerima Vaksin dosis pertama. Serupa dengan Vaksin dosis pertama, pelaksanaan Vaksin dosis kedua juga telah diterima oleh seluruh pegawai Kantor Imigrasi Labuan Bajo sebanyak 27 orang atau 100%. Sementara itu, suntikan dosis ketiga baru dilaksanakan oleh 37% pegawai Kantor Imigrasi Labuan Bajo atau sebanyak 10 orang pegawai. Sedangkan PPNPN Kantor Imigrasi Labuan Bajo yang telah menerima Vaksin dosis 1 dan 2 adalah 100%, Vaksin Booster sebesar 40% atau 4 orang dari total keseluruhan sebanyak 10 orang.

Baca juga :  Pembinaan Kepribadian Zikir dan Pengajian WBP Lapas Parepare

Sebelum menerima Vaksin Booster, kondisi fisik harus cukup prima agar dapat mengurangi efek samping sehingga setelah menerima Vaksin Booster, pegawai dapat kembali melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa hambatan dari efek samping tersebut. Efek samping yang dirasakan pegawai berbeda-beda antara lain ; nyeri pada lengan (di tempat suntikan), sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam (ditandai dengan suhu di atas 37,8° C).

Meskipun baru 37% pegawai yang menerima Vaksin Booster, Kantor Imigrasi Labuan Bajo menyambut baik dan antusias dalam percepatan pelaksanaan Vaksin Booster di wilayah Manggarai Barat serta menantikan pelaksanaan Vaksin Booster selanjutnya. Bukan hanya Kantor Imigrasi Labuan Bajo saja, namun masyarakat Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo juga sangat antusias dengan dibukanya Vaksin Booster oleh Polres Manggarai Barat ini. Seiring dengan antusiasme masyarakat, pelaksanaan Vaksinasi tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku sesuai dengan arahan dan peraturan pemerintah.

“Kami optimis, tahun ini seluruh pegawai dan PPNPN Kantor Imigrasi Labuan Bajo akan menerima Vaksin Booster sehingga pemohon yang datang ke Kantor Imigrasi Labuan Bajo dapat merasa aman serta menjadi bagian dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Labuan Bajo”, ungkap Jaya Mahendra, Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo saat menerima Vaksin Booster pada Kamis lalu.

Meski telah mendapatkan Vaksinasi lengkap atau telah menerima vaksin Booster bukan berarti masyarakat bisa abai terhadap protokol kesehatan. Vaksinasi dan tetap mentaati protokol kesehatan harus berjalan bersamaan karena dua hal ini merupakan kunci dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19 dan melindungi anggota keluarga, termasuk orang tua, dari risiko terburuk, termasuk kematian.