Surabaya NAWACITAPOST – Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Istilah tersebut layak disematkan untuk kegiatan yang dilakukan wakil ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony dalam menjalankan masa resesnya.

Karena selain menyerap aspirasi masyarakat Mulyorejo dan Tenggilis Mejoyo, Politisi partai Gerindra ini juga mensosialisasikan pembuatan Perda Kemajuan Kebudayaan, Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya yang diinisiasinya.

Ide Perda ini menurut Thoni, didasari dari hasil pengamatannya bahwa Surabaya sebagai kota Pahlawan, kurang sekali adanya simbol-simbol budaya dan kepahlawanannya.

” Seperti nama nama wilayah yang pastinya dulu ada ceritanya, dan banyak masyarakat yang belum paham cikal bakal nama Panjang Jiwo, Mulyorejo, Tenggilis mejoyo dll, ” Ucapnya di Cleo Hotel Jemursari Surabaya, Minggu 20 Februari 2022.

“Raperda itu nantinya bertujuan memberi landasan hukum bagi pemeliharaan dan pemanfaatan objek-objek kebudayaan, kejuangan dan kepahlawanan yang dapat memberi nilai pendidikan, kesejahteraan, dll bagi masyarakat luas,” Ucapnya.

Disini ia berharap kepada masyarakat kota Surabaya untuk ikut berkontribusi membantu mengumpulkan data-data terkait kebudayaan, kejuangan dan kepahlawanan.

Dalam upaya memudahkan masyarakat membantu pengumpulan data, Alumnus Fisip UGM ’94 ini membuat terobosan dengan membuat Google Form yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat.

“ Setelah data terkumpul, nanti bisa kita pilih mana yang bisa kita follow Up secara langsung dan mana yang masih membutuhkan data lain,” Ucap AH. Thony.

Terkait kebudayaan, ia juga berharap di Perda ini kembali mengingatkan budaya lokal seperti permainan permainan tradisional teklek, engrang dll yang mungkin sudah terlupakan oleh generasi saat ini.

Selain mengangkat budaya, kegiatan ini juga akan mengangkat masyarakat dari sisi ekonomi.

“Masyakat bisa membuat festival enggrang di kota Surabaya. Bahkan nanti akan membuat ruang industri engrang yang lebih kreatif maka masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi,” ucapnya.

Baca juga :  Bersama BPJS, Pemkot Surabaya tanda tangani MoU Jaminan Kesehatan Semesta

Beberapa aspirasi warga juga sempat tercatat saat itu, diantaranya dalam hal pendidikan, usulan pembangunan fisik dll.

” Kami sudah membentuk lembaga pendidikan gratis bagi anak anak yang kurang beruntung. Mohon dukungannya dari lembaga Dewan agar kedepan lebih banyak siswa siswi yang dapat kita bantu, ” Ungkap Andrew Kurniawan salah satu tokoh masyarakat Mulyorejo.

Kami juga berharap, agar guru guru PAUD di kampung bisa diberikan insentif yang lebih layak, mengingat tugas mereka juga lumayan berat, ucapnya.

Disisi yang sama, Usman prayitno, tokoh masyarakat Tenggilis Mejoyo menyatakan kebingungan. Ia bertanya, sebenarnya reses itu apa dan untuk siapa, karena selama ini masyarakat kurang merasakan hasil dari reses tersebut.

Menjawab beberapa pertanyaan warga, AH Thony menjelaskan bahwa fungsi Dewan dalam pembangunan fisik hanya menyerap aspirasi kebutuhan warga, dan hal itu sudah disampaikan setiap kali rapat koordinasi maupun Paripurna bersama Pemerintah Kota.

Mengenai hal ini, banyak masyarakat yang mengeluh bahwa sudah berulang kali dilakukan survey, diukur-ukur bahkan sampai 5 kali. Sudah tanda tangan di atas materai, dan disuruh buka rekening, eh aturannya diganti, pengajuan hibah tidak bisa dari RT.

” Dugaan kami, ini adalah politik anggaran dari birokrasi untuk mengalihkan anggaran, sehingga bisa mengerjakan proyek yang lain sesuai kepentingannya, ” Ujar Thoni menduga-duga.

Untuk kebutuhan pelayanan warga pun, Ia menyadari banyak yang tidak terkoordinir. Hal ini dipastikan dipengaruhi masalah data yang kurang valid.

” Untuk ini kami mengusulkan agar RW lebih diberdayakan. Di masing-masing RW bisa dibuat kantor pelayanan yang disitu ditempatkan beberapa PNS yang bertanggung jawab,” Usulnya.

Jadi kedepan tidak ada lagi data yang tidak sesuai, khususnya dalam hal pemberian bantuan.

Baca juga :  Peringati HUT Polairud Ke 70, Satuan Polair Polres Siak Gelar Donor Darah

” Mari kita satukan aspirasi ini, kita fikirkan solusinya dan kita buat gerakan, ” Kata Thoni.

“Saat ini banyak kampung yang minta direvitalisasi, dan sesuai peruntukannya hal ini bisa diwujudkan melalui dana kelurahan, ” Imbuhnya. (BNW)