Maninjau NAWACITAPOST.COM – Ribuan ikan keramba jaring apung (KJA) yang terjadi di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mulai menimbulkan pencemaran udara di lingkungan sekitar.

Dari pantauan media dilapangan Senin (14/2), mulai tercium hingga sampai di jalan raya Lubukbasung-Bukittinggi tepatnya di Nagari Koto Malintang dan Nagari Duo Koto.

Masyarakat sekitar juga mengeluhkan bau busuk dari ribuan bangkai ikan yang dibuang oleh petani KJA. Mereka mengkhawatirkan kondisi tersebut semakin menambah beban pencemaran di Danau Maninjau.

Baca Juga: KLHK Beri Penghargaan Sumbar atas konservasi Harimau Sumatera

Nofri (33), salah seorang warga mengatakan, bau bangkai ikan itu mulai tercium pasca kematian ikan massal pada Jum’at dan Sabtu (11-12/2) kemarin.

“Sudah tiga hari bau busuk mulai tercium disini. Apalagi, baunya semakin menyengat pada sore dan malam hari, akibatnya aktivitas saya jadi terganggu,” ujarnya kepada wartawan.

Begitu juga bagi sebagian pengendara yang melintas di jalan raya juga selintas tercium aroma busuk yang berasal dari ribuan bangkai ikan tersebut.

Salah seorang pengendara, Rudi mengaku, dirinya sangat terganggu dengan bau menyengat dari bangkai ikan itu. Bahkan, ia mesti menutup hidung ketika melewati jalan raya di Nagari Koto Malintang.

“Iya, baunya sangat busuk, bikin pusing dan mual. Saya harus tutup hidung kalau lewat disini,” ungkapnya.

Baca Juga: Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Pimpin Apel Pagi Pegawai

Rudi berharap pemerintah daerah dapat segera mengatasi persoalan kematian ikan budidaya keramba yang terjadi di Danau Maninjau.

“Harapannya pemerintah bisa cepat menangani kondisi ini. Misalnya dengan cara gotong royong mengubur bangkai ikan di darat,” katanya.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, kematian ikan KJA secara massal terjadi di dua lokasi yakni Nagari Koto Malintang dan Nagari Duo Koto. Peristiwa ini mulai terjadi sejak Jum’at dan Sabtu (11-12/2) kemarin.

Baca juga :  Lapas Padang Beri Remisi, Kakanwil Andika : Meningkatkan Keimanan dan Motivasi Narapidana Menjadi Baik

“Lokasi terparah yang mengalami kematian ikan kali ini terjadi di Nagari Koto Malintang,” terangnya.

Baca Juga: Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut, Ikuti Teleconference Pembahasan Mengenai Usulan Sarana Prasarana

Sampai kini pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah dan kerugian akibat peristiwa kematian ikan tersebut.

Untuk diketahui, Kematian ikan budidaya KJA di Danau Maninjau ini merupakan yang pertama kali terjadi di tahun 2022.

YouTube player