Mentawai, NAWACITAPOST – Ratusan dusun di 43 desa di Kepulauan Mentawai saat ini tercatat masih area blank spot. Dimana, saat ini, akses Base Transceiver Station (BTS) atau stasiun pemancar baru tersedia di pusat-pusat ibukota Kecamatan saja.
Kepala dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepulauan Mentawai, Heri Robertus, kemarin, (8/12/2021), siang mengatakan, bahwa, BTS yang sudah ada belum mampu menjangkau seluruh wilayah dusun di masing-masing desa. Akibatnya, ratusan dusun masih tegolong blank spot.

“Rata-rata BTS yg ada di dusun adalah bantuan dari BAKTI Jakarta. Jangkauan pemancarnya sangat terbatas. Sementara, wilayah antar dusun dan desa di Kepulauan Mentawai cukup luas,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan jumlah dusun yg ratusan tersebut, sangat lambat untuk mencapai persentase atau jumlah pemenuhan kebutuhan BTS di setiap dusun. Apalagi, kata dia, pihak Badan Aksebikitas Teknologi dan Informasi (Bakti) hanya mampu hanya mampu merealisasikan 5 BTS hingga 10 BTS setiap tahunnya.

“Kita di Kominfo sudah mengusulkan agar setiap dusun dibangun BTS. Kita berharap, Mentawai mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, apalagi sebagai daerah Kepulauan yang menyandang predikat daerah 3T yang notabene aksebilitasnya internetnya masih rendah,” ujarnya.

Tahun ini, kata dia, tim pusat sudah turun untuk survei lokasi pembangunan titik BTS untuk 11 tower. Saat ini, kita masih menunggu kapan akan dilaksanakan pembangunannya. Tentunya, lanjut dia, hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Mentawai.(arf)

Baca juga :  Program Baru TA 2020, BUMDes Semangat Baru dan Pemerintah Desa Saewe dalam Pengadaan Kapal Motor Laut