Surabaya NAWACITAPOST – Kebingungan Kasmuri warga Dinoyo Tangsi kelurahan Keputran , Kecamatan Tegalsari yang tidak bisa membayar tunggakan kepesertaan BPJS mandiri dan membutuhkan akses pengobatan.

Pria berusia 60 tanun tersebut juga mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat awal pandemi hampir dua tahun lalu. Sehari – hari dirinya diberikan makanan oleh tetangganya.

Kasmuri memberanikan diri menghubungi Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat melalui WhatsApp Koestijo salah satu ketua ranting di wilayah kelurahan Keputran.

” Mohon dibantu pak untuk dapat menyelesaikan tunggakan BPJS mandiri dan selanjutnya agar bisa terakses ke program BPJS gratis dari pemerintah kota Surabaya” , ujar Kasmuri

Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Achmad Hidayat membantu untuk dapat menyelesaikan tunggakan BPJS Mandiri tersebut dan berkoordinasi agar Kasmuri dapat masuk kepesertaan Jaminan Kesehatan Semesta yang merupakan program unggulan Eri Cahyadi – Armuji.

” Kejadian semacam ini masih banyak , warga yang memiliki tunggakan Jaminan Kesehatan mandiri ingin beralih ke Penerima bantuan iuran. Saya mendorong agar dapat diformulasikan kebijakan bagi MBR yang masih memiliki tunggakan mandiri” , kata Achmad

Saat ini sesuai program pemerintah kota Surabaya dalam APBD 2022 Jaminan Kesehatan semesta (JKS) atau UHC telah dianggarkan dalam sebesar  Rp 389.742.510.455 untuk meng-cover 1.045.749 Jiwa warga Surabaya.

” Kejadian seperti pak kasmuri masih banyak , pemerintah kota Surabaya program nya sudah bagus tinggal bagaimana bersama – sama mencari solusi bagi warga MBR yang memiliki tunggakan pribadi” , imbuh Achmad. (BNW)

Baca juga :  Walikota Padangsidimpuan Menerima Audensi Direktur Umum dan SDM BPJamsostek