Blitar, NAWACITAPOST – Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik ( Diskominfotik ) mengelar sosialisasi undang- undang cukai dengan cara gelar kesenian rakyat (PERTURA). Pemkot Blitar terus berupaya memerangi rokok ilegal, agar tujuan Pemerintah benar- benar maksimal dalam mewujudkan harapan memerangi peredaran rokok bodong atau rokok illegal lebih maksimal, Pemerintah kota Blitar menempuh banyak cara untuk bersosialisasi tentang UU 39 tahun 2007 tentang DBHCHT.

Salah satunya dengan melalui pagelaran seni yang diinisiasi oleh Diskominfotik Kota Blitar bertempat di Hall Centre Puri Perdana Hotel pada Senin Malam ( 29/11/21 ) yang juga disiarkan secara live melalui akun YouTube Diakominfotik. Pertunjukan rakyat selain sebagai tontonan diharapkan juga bisa menjadi tuntutan kepada masyarakat kota Blitar, melalui pesan pesan yang disampaikan oleh para seniman Blitar sosialisasi ini bisa lebih mengena di hati masyarakat,”sambutan Walikota Blitar Drs. Santoso M.pd.

“Sebagai upaya efektifitas dalam mengelola Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, dan bagaimana kita dapat mengimplentasikan UU no. 39 tahun 2007 terkait bea dan cukai. Beberapa OPD telah melakukan kegiatan sosialisasi yang sama dengan cara yang berbeda, tetapi cara yang ditempuh Diskominfotik sangat luar biasa dalam mensosialisasikan UU tersebut, bagaimana cara mencegah peredaran rokok polos di kota Blitar, melalui pertura atau pertunjukan rakyat, pesan Pemerintah bisa diterima,” kata Walikota.

Santoso mengatakan,melalui pentas budaya pertura, tidak ingin masyarakat kota Blitar ini larut dan memberikan dukungan akan peredaran rokok bodong atau rokok putihan yang tidak dilekati pita cukai,sehingga pemerintah atau Negara yang paling banyak dirugikan yang dilakukan oleh orang – orang yang tidak bertanggungjawab.

“Apakah itu dari pihak yang memproduksi rokok, apakah dari masyarakat yang ikut serta membantu mempromosikan membantu peredaran rokok bodong, itu adalah bagian dari sebuah pelanggaran yang akan dapat dikenai sanksi hukum, karena melanggar ketentuan UU. 39 tahun 2007, sesuai dari tingkat pelanggaranya. Saya sangat mengapresiasi kegiatan Pertura ini, dan akan lebih efektif, melalui sosialisasi yang disampaikan oleh para seniman Blitar yang dirasa lebih komunikatif dan lebih mudah dipahami oleh masyarakat,”tuturnya.

Baca juga :  "Disiplin Prokes dan Tuntas Vaksin Untuk Lewati" Ungkap Sudjonggo Saat Tinjau Vaksinasi di Lapas Cibinong

Menurut Santoso, dengan sosialisasi melalui pertunjukan rakyat selain memberikan pekerjaan karena para seniman ini semenjak adanya Covid 19 dan pemberlakukan PPKM, mereka selama 2 tahun tidak ada pekerjaan, untuk itu melalui pagelaran seni yang diadakan malam itu, selain juga akan menjadikan sumber penghasilan, juga membantu program Pemkot Blitar.

“Lebih lebih di kota Blitar tempat disemayamkan Bung Karno, dimana salah satu Tri Sakti yang perlu disampaikan adalah bahwa Indonesia harus berkepribadian di bidang kebudayaan, maka melalui kegiatan di bidang kesenian ini adalah sebagai wujud bagaimana mewujudkan amanah Tri Sakti Bung Karno, Indonesia harus berkepribadian di bidang kebudayaan. Melalui moment ini juga akan memberikan kesempatan para seniman untuk mengekspresikan jiwa seninya karena sudah 2 tahun mereka tidak bisa tampil di tengah masyarakat,” pungkasnya.

(adv/diskominfotik/fm)