Blitar, NAWACITAPOSTBuruh pabrik rokok di Kota Blitar sejumlah 501 mendapat kabar baik akan menerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT), dalam Minggu ini sudah bisa di cairkan sekaligus ngerapel selama 7 bulan dengan besaran Rp. 300.000,- per bulannya . Hal ini disampaikan oleh Amalia Purwanda SE, selaku Kepala Bagian Pemasaran Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) Arta Praja saat di temui wartawan di ruang kerjanya pada Senin, ( 29/11/21).

“Kita Sudah melakukan verifikasi Faktual ( Verfal ) para buruh pabrik rokok semua ada 501 orang, hingga hari Senin tanggal 29 November saat ini kami sudah mendata 50 persen dari data yang di setorkan oleh koordinator masing – masing pabrik rokok sebanyak 3 buah yakni Apache, Bokor Mas dan pabrik rokok Pura Perkasa,” ungkapnya.

Dijelaskan oleh Amalia Purwanda, berdasarkan Surat Keputusan Walikota Blitar, BPR Arta Praja hanya mendapat mandat pembagian BLT melalui rekening Tabungan Masyarakat (TAMARA ) tidak menyebutkan domisili para buruh pabrik rokok dari ke tiga pabrik yang ada, apakah dari Kabupaten atau Kota Blitar, yang pasti mereka sebanyak 501 orang ini bekerja sebagai buruh pabrik rokok, hanya khusus untuk buruh linting, pengepakan dan pengepresan rokok, dan bukan untuk yang lainya seperti Satpam.

“Jadi BLT ini setelah selesai proses verfal, Insyaallah Minggu ini sudah bisa di ambil uang nya di kantor BPR Arta Praja jalan Mastrib komplek pasar Wage kota Blitar. Buku tabungan TAMARA kita bagikan dengan syarat menunjukan KTP dan KK, Kalau di rapel selama 7 bulan masing masing akan menerima Rp. 2.400.000,- setiap orang, namun itu tidak boleh di ambil semua, dan mereka harus menyisakan saldo Rp. 20.000,- ,” ujarnya.

Baca juga :  Dukung Muktamar XX MA, Wagub Banten: Terima Kasih Sudah Konsisten Membangun Pendidikan & Dakwah Islam

Dengan menyisakan saldo sebesar itu, masih kata Kabag Pemasaran BPR Arta Praja, pihaknya berharap kedepannya para buruh rokok ini tidak lagi harus membuka rekening baru, tetapi bila semua tabungan di ambil semua atau tidak ada saldo, maka buruh pabrik ini harus membuka rekening lagi dikarenakan buku tabungan yang lama hangus dan tidak dapat dipergunakan lagi, dan bila yang bersangkutan nanti saat pengambilan BLT tidak bisa datang mengambil ke BPR Arta Praja sendiri, maka secara pro aktif petugas akan datang ke rumah sesuai data alamat yang bersangkutan, dan pengambilan tersebut tidak bisa diwakilkan.

“Jadi untuk pengambilan BLT ini masing – masing buruh pabrik harus datang langsung, bila berhalangan karena sakit dan tidak bisa datang ke kantor, maka petugas kami akan datang ke rumah alamat penerima sesuai data yang ada,” Imbuhnya.

Berdasarkan data yang data yang masuk dari Pemerintah Kota Blitar, dari ketiga pabrik yang beroperasi di Kota Blitar seperti pabrik rokok Apache tercatat ada 145 buruh, dari pabrik rokok Bokor Mas ada 256 orang dan bekerja pada pabrik rokok Pura Perkasa sebanyak 100 orang.

(adv/diskominfotik/fm)