Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja pertamakalinya meninjau pembangunan Bandara Rokot, Sabtu (20/11/21) siang. Kedatangan kabinet Indonesia maju menggunakan heli tersebut, juga didampingi langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy.
“Bandara Rokot diharapkan menjadi konektifitas di daerah perbatasan. Kita targetkan Agustus 2022 mendatang, bandara Rokot dengan landasan pacu yang baru sepanjang 1600 meter sudah bisa dioperasikan. Tentunya, pihak kontraktor PT. Adi Karya bisa mempercepat pengerjaannya,” ungkap menteri kelahiran 18 Desember 1956 tersebut.
Menurut dia, dengan dipercepatnya pembangunan bandara dari skedul awal, kata dia, otomatis akan dapat segera mempercepat serapan anggaran. Dengan begitu, kata dia, pertumbuhan ekonomi masyarakat juga akan semakin meningkat. Apalagi, lanjut dia, Mentawai merupakan daerah wisata yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Audi Joinaldy mengatakan, kedatangan Menteri Perhubungan tidak hanya berkah bagi Sumatera Barat, namun, juga bagi Kepulauan Mentawai. Dimana, dengan kedatangan Menteri dapat mempercepat pembangunan bandara Rokot dalam mendukung pariwisata Kepulauan Mentawai yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
“Kita tahu, pandemi Covid-19 membuat sejumlah daerah terpukul, terutama daerah yang kunjungan wisatawan mancanegaranya cukup tinggi seperti Mentawai. Kita sangat berterimakasih kepada Bapak Menteri yang telah berkenan hadir ke Mentawai dan mempercepat pembangunan bandara Rokot dari skedul awal, yakni, Agustus 2022 mendatang. Kalau perlu peresmiannya bertepatan pada hari kemerdekaan dan bisa kita laksanakan upacara pengibaran bendera merah putih di sini,” katanya.
Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengaku, optimis dengan selesainya pembangunan bandara Rokot pada 2022 mendatang, Mentawai bisa lepas dari predikat daerah 3T. Dia juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Presiden Jokowi beserta jajaran yang telah peduli terhadap Kepulauan Mentawai.
“Terimakasih atas perhatian Bapak Presiden dan juga Bapak Menteri Perhubungan yang hadir ke Mentawai. Kami yakin, Mentawai bisa terlepas dari prediket daerah 3T,” ungkapnya.
Dia juga menyebutkan, saat ini, pembangunan jalan trans Mentawai untuk membuka koneksi antar wilayah juga masih terus berlangsung. Dengan dipercepatnya pembangunan bandara Rokot juga akan menjadikan Mentawai dapat terkoneksi dengan daerah atau wilayah lainnya di Indonesia yang terpusat di Pulau Sipora.
“Sempat ada kekhawatiran kami, jika tidak sesuai proyeksi anggarannya akan ditarik lagi ke pusat. Nah, dengan kehadiran Bapak Menteri ke Mentawai, sudah menghilangkan keraguan yang ada di hati kami. Terimakasi Bapak Menteri, salam dari kami masyarakat Mentawai untuk Bapak Presiden dan seluruh jajarannya,” ujarnya.
Sekedar diketahui, pembangunan dan perluasan bandara Rokot sudah direncanakan semenjak tahun 2014. Namun, karena terkendala dalam hal pembebasan lahan. Pembangunan dan perluasan landasan pacu bandara Rokot yang baru, baru bisa terealisasi pada tahun 2020 ini. Selama ini, pesawat penerbangan ke Mentawai baru sekelas Susi Air dengan kapasitas penumpang 12 orang.
Dengan selesainya landasan pacu yang baru ditargetkan, bisa pesawat regional jarak pendek atau ATR dengan kapasitas 78 penumpang dan dioperasikan 2 orang kru. Tahun ini, fokus pengerjaan pengerasan landasan pacu sepanjang 1600 meter x 30 meter dengan persentase 40 persen. Pengaspalan landasan pacu dan juga pembangunan sarana lainnya, baru akan dilanjutkan pada 2022 mendatang. (Arif Rahmad D)
Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV
https://youtu.be/huOi4DUWt7Q