Bantuan Ambulans Kepada HIMNI Siak, Tidak Terlepas dari Pengaruh Komunikasi Politik

0
269

Jakarta NAWACITAPOST.COM –  Kepala Daerah. Sebut saja Bupati Siak, Alfedri. ketika memberikan bantuan ambulans. Bukan ujug-ujug atau tiba-tiba, tetapi melalui mekanisme dua lembaga negara (eksekutif dan legislatif) secara resmi dan dijamin UU, di kantor DPRD Siak, yang hasilnya dituangkan melalui APBD.

Baca Juga : Ini Alasan Bupati Alfedri Berikan Satu Unit Mobil Ambulans Buat Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI ) Siak

Berarti ada kerja atau komunikasi politik yang terjadi. Dalam hal ini, pemberian ambulans. Pemberiannya, tidak ada dari Bupati sendiri, apalagi dari satu partai politik. Melainkan kesepakatan antara Bupati bersama DPRD yang dituangkan dalam APBD Siak.

Baca Juga : Marinus Gea: Pengurus HIMNI Jangan Ragu Masuk ke politik

Terkait hubungan kemitraan kelembagaan negara, antara eksekutif dan legislatif yang mewakili masyarakat. Ramlan Surbakti pengamat politik dari Universitas Airlangga, menyatakan, “pengertian politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu,” jelasnya.

Baca Juga : Marinus Gea : Proses Berdemokrasi Boleh Berbeda Di dalam, Tapi Di Luar Wajib Solid Tetap Satu

Bahkan leluhur politik dunia. Aristoteles menyebut politik itu adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Sehingga, bantuan ambulans. Bisa diartikan, ada peran HIMNI Siak demi mewujudkan kebaikan bagi warga yang membutuhkan mobil ambulans. Hal itu direspon cepat oleh Bupati Alfredi melalui APBD.

Baca Juga : Marinus Gea Persiapkan Kader Terbaik Kepala Daerah di Kepulauan Nias 2024 

Kembali kepada Bupati Alfedri yang menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans kepada HIMNI Siak. “Mobil ambulans ini milik bersama, tolong dijaga dan dirawat, penyediaan mobil ambulans ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Siak asal Nias,” jelas Bupati Siak Alfedri ketika menyerahkan satu (1) unit mobil ambulans di sekretariat DPC Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Siak, Jalan Perawang -Siak, Sabtu (20/11/2021).

Karena bantuan ambulans melalui APBD. Berarti ada keterlibatan warga masyarakat yang membayar pajak. Salah satunya HIMNI Siak sebagai warga masyarakat turut serta terkait itu. Bisa juga disebut HIMNI turut berpengaruh secara positif dan konstruktif kepada  Pemda Siak.

Maka, jika pemberian bantuan ambulans dikatakan bagian dari bargaining politik. Secara politik kenegaraan, ya. Karena diberikannya melalui mekanisme resmi yang diatur UU (APBD). Diberikannya  untuk organisasi HIMNI Siak, bukan untuk perorangan.

Terkait HIMNI. Yang jelas sudah terdaftar atau teregristasi di lembaga negara Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Syarat itu tentu mengacu kepada 4 pilar kebangsaan Indonesia : Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Yang jelas dan pasti. Politik itu tidak tabu dan tidak haram untuk dilakukan setiap warga negara. Khususnya warga atau pengurus HIMNI silahkan berpolitik, tetapi ketika masuk partai politik (parpol) jangan  mengatasnamakan HIMNI.

Terkait hal tersebut. HIMNI tidak boleh dipolitisasi, dan atau jadi sayap parpol tertentu, tapi manakala ada kebutuhan terkait kepentingan umum maka komunikasi politik layak dilakukan kepada pihak manapun. Sama seperti Ambulans yang diserahkan Bupati Siak kepada HIMNI Cabang Siak tentu ada komunikasi politik yang dibangun dan menghasilkan sesuatu.